Money
5 Tip Mengatur Keuangan Bagi Pengantin Baru

22 Aug 2017


Foto: Pixabay

Tidak bisa dipungkiri kalau pernikahan, tuh, sangat menguras isi dompet. Lebih tepatnya, sih, untuk resepsi pernikahan. Setelah menikah, kita dan pasangan pun memulai hidup baru, termasuk dari segi keuangan.
 
Sebagai pengantin baru, kita harus pintar-pintar mengatur gaji kita dan pasangan. Jika tidak, keuangan bisa memburuk, padahal ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dananya. Berikut 5 tip mengatur keuangan setelah menikah.
 
1/ Tetapkan pembagian penghasilan
Anda dan suami harus menentukan alokasi gaji masing-masing. Misalnya, gaji siapa yang akan digunakan untuk bayar listrik + telepon, belanja bulanan, maupun menabung. Atau, mungkin saja Anda dan suami berniat menggabungkan seluruh penghasilan, baru membagi-baginya sesuai pos kebutuhan yang ada. Intinya, dperlukan diskusi secara detail.
 
2/ Mulai menyisihkan dana untuk rumah
Jika masih tinggal bersama orangtua, inilah saatnya Anda dan suami mulai berpikir untuk memiliki rumah sendiri. Jangan ragu untuk sisihkan sebagian gaji untuk DP rumah dan tetapkan target untuk mencapainya. Misalnya, Anda punya target untuk beli rumah dalam waktu 3 tahun. Hitung perkiraan DP yang diperlukan, lalu investasikan dana Anda dalam bentuk reksa dana pendapatan tetap untuk mengumpulkannya.
 
3/ Simpan dana pendidikan anak
Selain tempat tinggal, kebutuhan anak harus dipikirkan sejak awal, meski saat ini kita belum memiliki anak. Anda bisa melakukannya lewat tabungan pendidikan, atau bisa juga berinvestasi saham untuk memberikan return yang cukup tinggi—selama jangka waktunya memang lama (misalnya untuk 10 tahun ke depan). Biaya pendidikan yang cukup tinggi bisa menguras gaji jika Anda tidak mempersiapkannya sejak dini.
 
4/ Utamakan yang wajib
Berhubung sekarang kita tidak lagi memikirkan diri sendiri, maka sudah sewajarnya kita dituntut untuk mengatur keuangan sebaik mungkin. Utamakan pengeluaran pokok, seperti kebutuhan makan dan rumah tangga, dibandingkan keluar berhura-hura. Kurangi nongkrong di coffee shop—bukan berarti berhenti sama sekali!—agar bisa lebih berhemat. Uang yang dihemat bisa dialokasikan untuk tabungan investasi di masa tua.
 
5/ Membuat asuransi jiwa
Seseorang dengan status single memang belum membutuhkan asuransi jiwa. Namun jika Anda sudah berkeluarga, maka mulailah memilih produk asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, Anda atau suami—terutama anak, mendapat perlindungan jika salah satu pasangan meninggal dunia. (f)
 
Baca juga:
Dengan Berinvestasi Reksa Dana, Anda Berpeluang Mendapatkan Total Cashback Rp1 Juta!
Malas Melakukan 3 Hal Ini Bisa Bikin Uang Melayang Lebih Banyak!
6 Langkah Merencanakan Anggaran Pernikahan

Vini Damayanti


Topic

#aturuangkeluarga