Jadi Tren di 2021, Apa Itu Makanan Fermentasi?

11 Jan 2021


Perubahan volume dan rasa pada roti sourdough dihasilkan dari metabolisme bakteri asam laktat. (dok.Freepik) 


Di berbagai situs berita dan blog, makanan fermentasi diprediksi bakal nge-hits di 2021. 

Anda mungkin tahu sejumlah contohnya. Sebut saja sourdough, tempe, yoghurt, kombucha, kefir, dan segala acar-acaran. 

Namun, apa yang terjadi di tengah proses fermentasi? Lalu, kenapa jadi pilihan? 

Fermentasi berasal dari kata fervere (Latin) yang berarti mendidih, menggambarkan aksi ragi pada ekstrak buah selama pembuatan minuman beralkohol. Pengertian ini dikembangkan oleh ahli biokimia, yaktu proses yang menghasilkan energi dengan perombakan senyawa organik. 

Ahli mikrobilogi memperluas pengertiannya menjadi segala proses yang menghasilkan suatu produk dari kultur mikroorganisme. 

Proses natural ini mengubah karbohidrat (pati dan gula), menjadi alkohol atau asam. Alkohol dan asam mampu mengawetkan makanan. Di masa lalu, ini cara  untuk mempertahankan keawetan makanan.


Dalam acar, kandungan gula alami bahan dikonversi dikonversi menjadi asam oleh bakteri asam laktat.(dok.freepik)
 

Dalam proses fermentasi tumbuh bakteri baik probiotik. Probiotik dikenal bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sistem pencernaan, hingga kesehatan jantung. Karena alasan ini, banyak orang mulai menyantap produk fermentasi di tengah pandemi. Ini juga yang melahirkan tren kalangan rumahan yang membuatnya sendiri di rumah. Proses fermentasi yang perlahan dan mengubah wujud dan rasa makanan jadi kepuasan tersendiri. (f)
 

Baca juga:
Cara Membuat Karamel Anti Gosong!
Resep Pisang Goreng Madu
#FridayShopping: Loyang Kue Cantik



 

Trifitria Nuragustina


Topic

#fermentedfood, #jualtempe, #fermentation

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?