
“Gambar itu menarik dalam satu menit pertama. Selanjutnya kekuatan karakter yang berbicara. Sefantasi-fantasinya film, karakter harus tetap manusiawi,” ungkap Joko Anwar (40), dalam workshop penulisan skenario, 16 Januari lalu.
Dalam acara yang berlangsung di Galeri Indonesia Kaya ini, JoAn mengajak penikmat seni untuk belajar bagaimana mengolah ide-ide yang ada hingga menjadi sebuah skenario. Dalam kesempatan itu JoAn juga menjelaskan bagaimana mengembangkan karakter serta membangun struktur skenario dengan atau tanpa prinsip penulisan skenario yang baku.(f)


