Home Interior
Tip Ciptakan Rumah Ramping (1)

16 Jul 2016



Rumah bergaya ramping dipilih oleh arsitek Muhammad Sagitha (Agit) dalam membuat rumah kediamannya. Rumah yang disebutnya House of Trimmed Reform ini terinspirasi dari fashion di era Victoria. Di Inggris, pada  pertengahan tahun 1800-an hingga awal 1900-an bentuk tubuh jam pasir dianggap ideal  bagi tiap wanita. Untuk mendapatkan siluet tubuh  idaman itu wanita di era ini  mengenakan korset yang sedemikian ketat untuk menarik pinggang agar ramping.

Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi isu desain. Pusat perhatian pun langsung tertuju sepenuhnya ke pemandangan internal. Respons terhadap rumah yang tidak berpagar, diakali Agit dengan membuat tembok pembatas sebagai facade di lantai bawah yang memiliki bukaan-bukaan kecil. Fleksibilitas dari bukaan-bukaan ini bisa ditransformasikan menjadi sebuah pintu yang sangat besar saat dibutuhkan.
           
Sementara, untuk menghadirkan vista yang menarik, maka di atas lahan 150 meter persegi  itu diciptakan tampilan ruang dalam yang efektif dengan bukaan besar. Caranya, dengan menyatukan indoor dan outdoor untuk memaksimalkan space yang terbatas menjadi maksimal. Cara penyatuan ini turut menjadi strategi meminimalkan biaya.

Berikut ini pembagian ruang-ruang yang didesain secara efektif dan fleksibel, menggunakan material sederhana dengan detail rapi, menurut Agit:
 
Ruang Keluarga
Area keluarga yang menyatu dengan ruang makan mempunyai pemandangan terbaik dari taman dalam. Dengan banyaknya bukaan besar, taman menjadi ruang ‘lanjutan’ sehingga living room terkesan lapang. “Untuk mendapatkan keleluasaan gerak di area ini, syaratnya dengan mencari garis terpanjang dari lahan yang ada,” saran agit.     
           
Ruang ini juga memiliki keunikan karena fleksibel. Karena bersatu dengan taman dalam, maka  saat ada acara tertentu, satu dinding lebar ke arah jalan dapat dibuka agar ruang menjadi lebih besar lagi.

Kamar Tidur Utama & Kamar Anak
Master bedroom terletak di lantai atas dan mendapat ‘perlakuan spesial’. Bonus pemandangan utama ke arah taman dalam. Untuk menaklukkan space yang sempit, wardrobe dan storage dibuat built in ke dalam tembok sehingga luas kamar tidak terusik dengan perabotan besar. Bahkan, selain ranjang masih bisa meletakkan satu kursi santai untuk membaca.

Berada selantai dengan master bedroom, ada kamar tidur anak yang terbuat dari partisi dengan keunikan bentuknya yang menyerupai rumah. Rupa seperti ini bertujuan untuk memberi pengalaman ruang bagi si kecil. Begitu pula pada koridor menuju kamar dan pintu, turut disesuaikan dengan dimensi anak.
Bagian dari ‘rumah-rumahan’ ini menggunakan jenis furniture knock down yang bisa dibongkar dan dirakit ulang. Terdiri dari lemari baju, tempat tidur untuk dua anak, dan meja belajar yang bisa dibuka-tutup.
 
Taman Dalam & Dapur
Taman dalam sebagai fokus visual hampir terlihat dari segala ruang, bahkan dari area servis sekalipun yang memiliki bukaan ke arah taman. Bukaan yang diciptakan dalam bentuk panel-panel yang bisa dibuka-tutup dengan derajat tertentu ini bertujuan untuk menciptakan privasi. Juga agar  tidak merusak pandangan orang dari living room ke arah rumput.

Area memasak yang dibuat seakan-akan tersembunyi ini memungkinkan untuk ditutup, jika kondisinya sedang kurang rapi. Sementara dalam kondisi terbuka pun masih tampak indah berkat panel pintu dapur yang dihiasi blackboard chalk art. Karena kehadiran panel yang fleksibel ini, maka akses keluar-masuk asisten rumah tangga tidak akan mengganggu area keluarga.
 
Tangga
Tangga linear dipilih karena bentuknya yang simpel. Sebagai elemen estetis pada dinding rumah, kehadirannya juga memiliki fungsi efektif. Seperti railing yang dibuat bersatu dengan partisi kamar mandi yang berada di bawah tangga dan bagian bawah yang dimanfaatkan sebagai gudang dan panggung performa si kecil.


 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?