Foto: Pixabay
Rumah yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat beristirahat oleh sebagian besar generasi milenial, kini sejak munculnya pandemi global, COVID-19 disusul dengan anjuran untuk bekerja dari rumah, berubah menjadi tempat untuk melakukan banyak hal.
Selain untuk bekerja, beristirahat, dan tempat belajar bagi anak, rumah juga menjadi tempat satu-satunya untuk bermain dengan keluarga.
Pengamat konsumen & pakar marketing, Yuswohady mengatakan bahwa sebelum COVID-19, bagi generasi milenial, rumah memang hanya dijadikan sebagai tempat istirahat, sebab mereka lebih banyak menghabiskan waktu dan berkegiatan di luar rumah.
Tak hanya itu, penulis buku berjudul ‘Millenials Kill Everything’ ini menambahkan bahwa selama ini, rencana untuk memiliki rumah pun tidak menjadi prioritas mereka.
“Kalau pun generasi milenial berencana memiliki rumah. Sebagian dari mereka memilih rumah berukuran kecil,” katanya dalam Webinar - Covid-19 Kill Everything: The Fall and The Rise by Inventure Knowledge beberapa waktu lalu.
Tapi, kini semuanya telah berubah. Sistem work from home (WFH) yang terasa berat di awal, mulai banyak yang menikmati dan merasa lebih nyaman. Dengan sistem WFH, setiap orang tidak harus terburu-buru untuk menuju kantor. Bahkan tidak sedikit pula yang merasa bahwa dengan WFH, mereka bisa lebih menghemat pengeluaran harian.
Yuswohady memaparkan bahwa menurut riset Nielsen 2020, akibat wabah corona, lebih dari 30% masyarakat memilih untuk melakukan WFH dan memberikan keringanan untuk karyawannya bekerja secara remote.
“Akibat COVID-19 perilaku pekerja kantoran berubah, dan WFH akan dianggap lebih efisien untuk perusahaan dan karyawan mereka yang lebih produktif bekerja di rumah,” ujarnya.
Kebiasan WFH ini menjadi peluang baru di sektor furniture. Misalnya IKEA yang meluncurkan campaign dan product bundling untuk WFH setup. Dimana konsumen bisa membeli pilihan kursi, meja sampai bantalan laptop untuk menunjang produktivitas bekerja di rumah.
Ia menambahkan, tak hanya untuk saat ini, bahkan setelah pandemi COVID-19 kelak berakhir, permintaan produk furniture masih tetap tinggi.
“Saya memprediksi, penjualan rumah, produk furniture, dan jasa desain interior akan meningkat setelah COVID-19. Sebab sebagian besar masyarakat sudah benar-benar merasakan bahwa rumah itu sangat penting, maka harus diciptakan kenyamanan di dalamnya,” tuturnya.
Bisa dibilang, selama COVID-19 ini, istilah bahwa Rumahku Adalah Istanaku benar-benar dirasakan. (f)
Baca Juga:
4 Cara Membersihkan Sofa di Tengah Wabah COVID-19
Jangan Lupakan Bagian Ini Saat Membersihkan Rumah
Mesin Cuci Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini 5 Tip Membersihkannya
Topic
#wfh, #corona


