Foto: Shutterstock.com
Pada dasarnya, sebuah hunian yang baik dalam bentuk rumah tapak atau pun apartemen harus memiliki area hijau untuk membuat hunian lebih asri dan sehat. Akan tetapi, kondisi lahan tinggal yang makin sempit membuat kehadiran taman mulai tersingkirkan. Parahnya, area khusus untuk taman pun sudah tidak ada.
Tak perlu khawatir, ada solusi untuk permasalahan ini yaitu vertical garden. Kali ini, Dekoruma akan membahas vertical garden dengan lebih mendalam. Siapa tahu, Anda bisa tertarik dan area hijau kembali hadir. Mari kita simak pembahasannya berikut ini.
Apa itu vertical garden?
Seperti namanya, vertical garden adalah taman yang berdiri tegak di atas tanah secara vertikal. Maka dari itu, jenis taman ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki masalah keterbatasan lahan dalam hunian.
Kehadiran vertical garden mampu meningkatkan jumlah oksigen yang lebih banyak sehingga suasana di hunian lebih sejuk. Ketinggian vertical garden pun bisa menghalau sinar matahari yang terlalu terik. Ditambah, polusi udara bisa berkurang.
Sistem pengaplikasian
Dalam pengaplikasiannya, terdapat dua sistem vertical garden yang sering ditemui yaitu green façade dan living wall. Green façade berbentuk dinding yang dihiasi tanaman merambat. Anda cukup memilih area dinding yang sekiranya akan digunakan, lalu hadirkan tanaman rambat di sana. Jika arah rambatan sudah mulai tidak beraturan, Anda bisa memangkasnya sesuai selera Anda.
Berbeda dengan green façade, living wall berbentuk dinding yang diberi panel tambahan yang dilengkapi dengan media tanam, tanaman, serta sistem irigasi yang baik. Tanamannya pun tidak terbatas pada tanaman rambat saja. Anda bisa menggunakan aneka jenis tanaman dengan diwadahi pot.
Mendukung konsep go green
Keadaan bumi yang makin panas dan perubahan iklim ekstrim karena pemanasan global membuat kampanye go green semakin digalakkan. Selain menanam aneka tanaman di sudut-sudut perkotaan, membuat vertical garden di hunian juga bisa jadi cara mendukung kampanye go green.
Di area yang sempit, tanaman bisa bertumbuh dengan sempurna dan sehat, tentunya dibarengi dengan perawatan yang teratur. Jika hal ini dilakukan oleh semua orang, kondisi bumi yang mulai menurun bisa kembali seimbang karena kehadiran area hijau yang semakin banyak. Area yang terbatas pun bukan jadi halangan lagi.
Cara menghadirkan vertical garden
Pertama, tentukan terlebih dulu area dinding yang akan digunakan. Ukur tinggi dan lebarnya. Selanjutnya, tentukan sistem pengaplikasian yang Anda inginkan.
Bila Anda ingin menggunakan sistem green façade, Anda hanya perlu memilih tanaman rambat seperti mandevilla, bugenvil, dan Lee Kwan Yew. Jika Anda menggunakan sistem living wall, sediakan panel dari pipa PVC, kawat, atau rak vertikal. Kemudian, letakkan pot yang sudah berisi media tanam dan tanaman pilihan Anda.
Baik sistem green façade maupun living wall harus dirawat dengan baik. Lakukan penyiraman rutin di pagi dan sore hari. Pada living wall, seringlah memberi pupuk pada tanaman untuk mendukung pertumbuhannya.
Bagaimana? Apakah Anda tertarik menggunakan vertical garden di hunian Anda? Perawatannya yang mudah sangat cocok apabila Anda merupakan wanita pekerja yang jarang menghabiskan waktu di tempat tinggal Anda. Cukup memberinya air di pagi dan sore hari serta dipupuki secara berkala.
Pembuatan vertical garden pun bisa Anda lakukan bersama keluarga di akhir pekan. Anda dan pasangan bertugas untuk menentukan area dinding serta sistem vertical garden, anak-anak bertugas untuk memilih tanaman-tanaman serta menatanya. Selamat mencoba! (f)
Artikel ini kerjasama femina X Dekoruma. Temukan artikel Dekoruma lainnya di femina.co.id
Baca Juga:
5 Kesalahan yang Terjadi Saat Menata Ruang Keluarga
Berapa Jumlah Tanaman yang Harus Ada dalam Ruangan?
Gabion Pengganti ‘Getah Getih’ di Bundaran HI, Bisa Dihadirkan di Rumah, Ini 5 Inspirasinya
Topic
#dekoruma, #dekorasirumah, #taman, #verticalgarden, #urbanlifestyle, #tanamanhias


