Home Interior
Feng Shui Untuk Rumah Sehat

4 Feb 2019


Foto: Shutterstock

Secara harfiah, feng berarti angin, dan shui berarti air. Kearifan yang dibawa dari negeri Tirai Bambu ini dipercaya mampu membangun keharmonisan antara langit dan bumi demi mendapat kebajikan hidup (Qi). Masyarakat Tionghoa percaya, Qi dibawa dan disebarkan oleh angin (feng), atau ikut mengalir bersama air (shui). Oleh sebab itu, menurut Konsultan feng shui, Jenie Kumala Dewi, rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki sirkulasi udara dan saluran air yang baik.
 
“Inti dari ajaran feng shui adalah keseimbangan. Artinya, tiap ruang harus ditata sedemikian rupa supaya tidak jomplang antara yin dan yang,” Jennie. Ruang yang paling penting di rumah menurut feng shui adalah kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Sebab, di ruangan inilah kita paling sering melakukan aktivitas.
 
Rata-rata, setiap harinya orang akan berdiam di kamar selama 7-8 jam, baik untuk tidur ataupun melakukan aktivitas lain. Waktu yang cukup lama ini membuat orang dapat terekspos oleh berbagai macam energi. “Yang ditakutkan adalah kalau orang terkena energi kotor di saat terlelap. Akibatnya, badan bisa mudah terserang penyakit,” ujar Jenie.
 
1/ Saluran air.
 
Energi kotor yang dimaksud Jenie adalah aliran udara dan air kotor dari ruangan servis, seperti dapur dan kamar mandi. Oleh sebab itu, saluran pembuangan air tidak boleh dibuat menyeberangi bagian tengah rumah, tapi harus mengitari pinggir rumah,” tegasnya.
 
Peletakan ini juga praktis. Seandainya saluran air itu rusak atau tersumbat, untuk membetulkannya kita tidak perlu membongkar lantai di dalam rumah.
 
Dari sisi kesehatan, arus air memiliki medan magnet yang dapat mengacaukan peredaran darah. Efeknya memang tidak langsung terasa. Tapi, mereka yang kamar atau tempat tidurnya berada persis di atas sumber air cenderung mengalami gangguan peredaran darah.
 
2/ Dapur
 
Meski dianggap sebagai ‘jantung’ rumah, posisinya tidak boleh berada di tengah. Sebab, energi kotor, berupa asap kompor atau uap aroma makanan yang dikeluarkan dapur akan mengalir ke seluruh penjuru rumah. “Sedapat mungkin, letakkan dapur dan kamar mandi di bagian belakang dan tidak terlalu kelihatan,” ujar Jenie.
 
Kompor sebagai pusat dari dapur posisinya juga tidak boleh berada persis di depan pintu. Peletakan ini akan  membuat posisi pemasak terekspos energi dari luar dapur (angin, debu) yang masuk melalui pintu.
 

Primarita Smita


Topic

#imlek, #fengshui, #rumah

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.