
Untuk memperingati World Alzheimer's Month tahun ini, ALZI Pusat x INSAP menggelar senam bersama secara virtual melalui Zoom.
Narasumber istimewanya Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, Sp.PD-KGER., M.Epid, Pembina ALZI dan geriatrician. Apa itu alzheimer dan kiat menunda kedatangannya, dibeberkan dengan menarik!
Acara diawali oleh gerakan senam untuk mengurangi risiko alzheimer oleh relawan ALZI dan Duta INSAP, Yanti Djani. Dalam video dengan aransemen musik Andi Riyanto ini, ditekankan pesan "Jangan Maklum dengan Pikun JMDP)".
Klik untuk tonton gerakan senam
Gerakan senam partisipan juga dipotret dan dirangkai menjadi foto-foto yang di-sharing saat acara yang didukung oleh INSAP (Indonesia Sadar Prokes). Seru!
Faktanya, bahwa 1 dari 10 orang yang berusia 65 tahun mengidap Alzheimer. Dan, setiap 3 detik, 1 orang terdiagnosa Alzheimer.
Obatnya belum ada, dan yang bisa dilakukan hanya untuk memperlambat kedatangannya.
Rupanya, tidak semua orang yang bertambah usianya yang kerap lupa bisa disebut pikun (demensia). Serta, tidak semua yang sering lupa akan sesuatu hal akan otomatis menjadi pikun (demensia) di kemudian hari. Jadi, demesia bukan bagian dari situasi normal dari penuaan!
Demensia justru disebabkan oleh alzheimer, lewy body, fronto-temporal, parkinson, sifilis, dan vaskuler. Alzheimer jadi jenis demensia yang paling sering (sehingga timbul istilah 'demesia alzheimer'). Kata 'alzheimer' lahir dari dr. Alois Alzheimer di 1906, pada pembedahan pasien yang meninggal. Ia menemukan plak-plak di otak bagian tengah yang akhirnya mengawali studi tentang alzheimer.
Berbagai cara bisa kita lakukan dalam mengenali penyakit ini. Mengenali gejala hingga pencegahannya menjadi penting bagi Anda yang terutama ingin menjaga orangtua.
Gejala awalnya a.l:
1/ Menarik diri dari sosiaiasi (reuni) dan tidak mau melakukan hobinya
2/ Sering mengulang cerita dan pertanyaan (biasanyakurang dari 1 menit).
3/ Kesulitan menggunakan peralatan sederhana, misalnya handphone dan remote control.
4/ Melakukan judgmenent yang tidak sesuai. Misalnya, memberikan Rp500 ribu ke tukang parkir!
Demensia menjadi masalah karena jumlahnya bertambah. Mereka lupa nama dan wajah anaknya, tak mampu mengambil keputusan, mengambil ide-ide paranoid, atau berhalusinasi.
Agresivitas fisik juga akan terjadi. Jadi, isunya dari jasmani tapi juga psikososial.
Kategori rentan demensia:
1/ Keturunan dan usia lanjut sebagai faktor yang tak dapat diubah dan diganggu gugat.
2/ DM dengan GD tinggi terus
3/ Hipertensi, TD tinggi terus
4/ Lemak darah tinggi
5/ Kekentalan darah meningkat
6/ Perokok
7/ Gagal jantung kronis
Tips cegah muncul terlalu dini:
1/ Kendalikan gula darah
2/ Kendalikan lemak darah
3/ Kendalikan tekanan darah
4/ Stop merokok
5/ Atasi depresi dengan stimulasi otak dan sosialiasi (pasca pandemi)
Yang lain yang dapat mengurangi risikonya a.l dengan Senam ALZI, berdansa, poco-poco, dan jangan biarkan orang tua kesepian.
Ingin terlibat dalam gerakan ALZI Pusat? Anda bisa menjadi relawan, berdonasi, atau berbagi peran dalam sosialiasi acaranya. Kontak saja hotline ALZI di 0811822594. (f)
Foto: Dok.Unsplash
Baca Juga:
Masa Depan Cerah Dunia Freelancer
3 Pakar Bicara Tantangan Keluarga Modern
Kelola Emosi dengan Meditasi untuk Kesehatan Mental di Era Hybrid Working
Trifitria Nuragustina




