Health & Diet
Waspadai Hipoglikemia Saat Puasa

10 May 2019

Foto : Shutterstock

Siapa bilang mereka yang hidup dengan diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 tidak boleh berpuasa ramadan? Tentu saja agak berbeda dengan orang biasa, mereka yang memiliki riwayat diabetes perlu lebih berhati-hati saat menjalankan ibadah puasa. 

"Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan resiko yang dihadapi selama menjalankannya, "ujar Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA dalam diskusi media seputar Diabetes dan Ramadan yang digelar PT Novo Nordisk Indonesia.

Merasa lebih lemas ketimbang saat tidak berpuasa, adalah hal yang wajar. Tapi jika Anda merasakannya disertai jantung berdebar, kulit berkeringat (padahal cuaca tidak gerah dan berada di ruangan ber-AC), gemetar, kebingungan, atau bahkan pada kasus berat mengalami kejang hingga koma, waspalah. Itu adalah gejala hipoglikemia, gula darah terlalu rendah.

Hipoglikemia adalah salah tantangan dan risiko yang dihadapi oleh penderita diabetes saat berpuasa, selain kesulitan mengendalikan gula darah yang meningkat drastis saat berbuka dan dehidrasi. Diperkirakan saat berpuasa risiko hipoglikemia meningkat 4,7 kali pada mereka yang hidup dengan diabetes tipe 1. Risiko hipoglikemia bahkan lebih tinggi lagi pada mereka yang hidup dengan diabetes tipe 2, yaitu 7,5 kali.   

Puasa ramadan memang dapat berpengaruh pada penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti bertambahnya jaringan lemak bertambah. Ditambah berkurangnya aktivitas fisik, membuat massa otot berkurang yang pada akhirnya juga memengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.

Karena itu diperlukan edukasi dan kendali lebih. Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, menyarankan pasien diabetes tipe 2 untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan; disarankan untuk mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka. Selain itu, pasien diabetes juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman bergula serta selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi. Jangan lupa untuk melakukan aktivitas fisik untuk menjaga massa otot. 

Ia juga menganjurkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik baik dari segi pola makan dan pengobatan selama berpuasa. Pengawasan dokter sangat disarankan jika Anda menggunakan insulin baik dalam bentuk oral maupun suntikan. Apalagi insulin biasanya diberikan sebelum makan.  (f)

Baca Juga:

Cegah Dehidrasi, Buka Puasa Minum Infused Water
6 Tip Sehat Berpuasa Bagi Penderita GERD
Yoghurt, Produk Fermentasi yang Memberikan Beragam Manfaat Untuk Tubuh


Nuri Fajriati


Topic

#kesehatan, #diabetes, #hipoglikemia

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.