
Foto: Shutterstock
Di tengah musim hujan dan bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, terdapat berbagai potensi penyakit yang mungkin dapat timbul pada masyarakat.
Menurut dr Alex Ranuseto Sp.PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Betang Pambelum Palangkaraya, potensi kita terjangkit penyakit di musim hujan dan banjir cukup besar karena saat musim hujan, sistem imun kita cenderung berkurang akibat aktivitas yang terbatas dan cuaca yang membuat kita malas sehingga menghambat untuk berolahraga.
Selain itu, dr Alex juga mengingatkan potensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk juga akan semakin banyak dan menjadi media penularan yang mudah dan cepat untuk penyakit leptospirosis (infeksi yang disebabkan oleh hewan).
Kondisi pandemi COVID-19 juga akan memperburuk seseorang yang sedang terjangkit penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh musim hujan dan banjir. “Tentu saja bila seseorang telah terjangkit salah satu penyakit musim hujan dan banjir yang kemudian superinfeksi dengan COVID-19 akan menjadi lebih berat prognosis atau perkembangan penyakit yang dideritanya,” ujar dr Alex.
Lantas penyakit apa saja yang berpotensi timbul saat musim hujan dan perlu kita waspadai, terutama di masa pandemi COVID-19 ini? Menurut dr Alex penyakit-penyakit tersebut adalah influensa, demam berdarah, malaria, diare, hepatitis A, demam tifoid (infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh salmonella typhi), dan leptospirosis.
Masyarakat perlu berhati-hati terhadap dampak terburuk penyakit-penyakit yang diderita seseorang selama musim hujan dan banjir tersebut. Berikut gejala penyakit yang perlu diwaspadai:
1/ Flu (influensa)
Mulai dari keluhan demam, batuk, pilek, radang tenggorok, hingga potensi terjadi pneumonia (radang paru akut) yang bisa menyebabkan kematian.
2/ Demam berdarah
Gejala awal mirip dengan influenza yang disebut sebagai flu-like syndrome yaitu kumpulan gejala penyakit yang mirip dengan influenza yang khas dengan keluhan demam tinggi secara terus menerus baik siang maupun malam disertai dengan munculnya perdarahan di kulit hingga perdarahan yang menyebabkan syok dan kematian.
3/ Malaria
Gejala penyakit malaria yang khas (disebut sebagai TRIAS malaria) yang muncul berupa demam tinggi, menggigil, dan diakhiri dengan banyak keringat. Demam pada malaria memiliki berbagai tipe yang khas dan berbeda-beda tergantung dengan penyebab malaria itu sendiri. Dampak terburuk dari malaria adalah anemia gravis (anemia yang cukup berat), kerusakan sel otak (falciparum), dan kematian karena kegagalan multi organ.
4/ Diare
Diare pada musim hujan sering disebabkan karena konsumsi makanan dan minuman yang kurang bersih dan terkontaminasi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya namun bila sampai tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan dehidrasi berat, syok, dan kematian.
5/ Hepatitis A
Merupakan penyakit akibat peradangan hati akibat virus hepatitis A dimana penyakit ini akan menyebabkan keluhan flu-like syndrome yang diikuti dengan badan kuning. Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya namun bila tidak diobati dengan baik bisa juga menyebabkan gagal hati akut yang berakibat kematian.
6/ Demam Tifoid
Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit tipes yang masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kuman salmonella typhi. Penyakit ini dapat menyebabkan demam berhari-hari atau lebih dari 2 minggu yang khas muncul pada sore hari disertai sakit kepala, keluhan saluran cerna berupa diare, sakit perut, dan perdarahan saluran cerna. Bila tidak segera diobati, demam tifoid bisa menyebabkan bocornya usus, peritonitis (peradangan pada lapisan tipis pada dinding perut), sepsis (infeksi akibat sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali), radang otak, pneumonia, dan kematian.
7/ Leptospirosis
Penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat, anjing, sapi kuda, kelelelawar, dan lain sebagainya. Penyakit ini ditularkan melalui kencing hewan-hewan tersebut yang ada di genangan air dan masuk melalui luka terbuka di kulit sehingga dapat meyebabkan keluhan demam tinggi, khas penyakit otot-otot terutama betis yang nyeri dan pegal, serta mata merah yang khas. Penyakit ini sering meyebabkan gagal organ bila tidak segera diterapi dan dapat menyebabkan kematian.
Adapun pengobatan untuk penyakit musim hujan dan banjir ini, menurut dr Alex bersifat suportif dan simtomatik. Artinya, dengan beristirahat total, makan makanan yang bergizi ditambah suplemen vitamin imunomodulator (obat yang menstimulasi pertahanan tubuh), menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak dehidrasi, mengonsumsi obat anti piretik (penurun panas atau demam), dan kompres air hangat. Bila lebih dari 3 hari keluhan belum ada perbaikan, dr Alex menyarankan untuk segera konsultasi ke dokter. (f)
Baca Juga:
8 Tanda Anda Terjebak Gaya Hidup Kurang Gerak
Terkini, Kulit Glowing Berkat Teknologi DNA Salmon
3 Cara Merawat dan Meremajakan Miss V
Faunda Liswijayanti
Topic
#penyakit, #musimhujan



