
Torch adalah singkatan dari toksoplasma, rubella, cytomegalovirus (CMV) dan virus herpes simplex (tipe 1 dan tipe 2). Hingga kini angka kejadiannya di Indonesia belum tercatat, tapi mengingat perilaku masyarakat di Indonesia, risiko terinfeksi TORCH masih besar. Parasit toksoplasma biasanya bersarang pada kucing, atau parasit yang menempel di sayuran dan daging mentah yang tidak dibersihkan dan dimasak dengan baik. Kucing di Indonesia kebanyakan masih kurang terawat kebersihannya, padahal kita sangat dekat dengan kucing. Rubella lebih mudah menular lewat udara dan percikan air liur, sehingga kemungkinan tertularnya lebih besar. CMV dan herpes bisa dengan mudah menular lewat perilaku seks. Gawatnya, kecenderungannya kini meningkat.
Namun, rubella adalah penyakit yang bisa dicegah, cuma sayangnya kesadaran untuk melakukan vaksin rubella masih rendah. Pemeriksaan dan vaksinasi rubella sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelum menikah. Imunisasi diutamakan untuk wanita, tapi pemeriksaan TORCH harus dilakukan oleh dua pihak, sebab bisa ditularkan oleh pria.
Meski terlihat baik-baik saja, pemeriksaan tetap saya sarankan. Sebab, saat positif terinfeksi pun seseorang belum tentu ada keluhan. Apabila ditemukan pada ibu hamil, maka kemungkinan besar akan terjadi kelainan pada janin. Pengaruh pada janin ini dapat dilihat melalui pemeriksaan 4D. Jika infeksi terjadi pada semester awal, maka kelainan yang terjadi sifatnya mayor, seperti jantungnya bocor, katarak, telinganya tidak bisa mendengar, dan sebagainya. Jika infeksi terjadi pada semester akhir, kelainannya mungkin tidak separah itu. Kini kami tengah menggiatkan untuk melakukan vaksin bagi remaja.(f)
Konsultan:
Prof. dr. Sunartini Hapsara, PhD, SpA(K) dari Universitas Gajah Mada


