Health & Diet
Pro dan Kontra Minum Susu, Sejauh Mana Manfaat Minum Susu?

3 Oct 2016


Foto: Fotosearch

Pro dan kontra minum susu sudah lama beredar di masyarakat, termasuk di Indonesia. Bahkan, menurut data terbaru Kementerian Perindustrian RI, tingkat konsumsi susu di masyarakat Indonesia cenderung rendah, hanya sekitar 11,09 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan negara lain di ASEAN yang mencapai 20 liter per kapita per tahun.

Padahal, terlepas dari video yang provokatif itu, susu tetap memiliki berbagai manfaat positif yang menyehatkan tubuh. Istilah ‘empat sehat lima sempurna’ yang menyatakan susu sebagai penyempurna, benar adanya.
Menurut nutrisionis dan ahli gizi, Emilia Achmadi MS, RD, susu memiliki 8 manfaat penting: amazing complexion, strong teeth (menguatkan gigi), muscle growth (pertumbuhan otot), weight loss (menurunkan berat badan), reduce stress (meredakan stres), energy booster (penyokong energi), alleviate PMS symptoms (meringankan gejala PMS), dan disease fighter (melawan penyakit). “Bukan hanya anak-anak yang butuh minum susu. Seiring bertambahnya usia, orang dewasa justru membutuhkan konsumsi susu lebih banyak,” ujarnya.

Amazing complexion menunjukkan begitu kompleksnya nutrisi yang terkandung dalam segelas susu, seperti protein, fosfor, vitamin A, dan D. Kandungan nutrisi tersebut bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh. Sedangkan kandungan kalsiumnya berfungsi menguatkan gigi dan tulang.
 
Susu juga bermanfaat bagi otot, termasuk membantu menghindari serangan jantung mendadak. “Anda tentu sering mendengar orang yang terlihat segar, rajin olahraga, tapi terkena serangan jantung. Itu karena ototnya gagal berkontraksi. Untuk berkontraksi, otot membutuhkan kalsium. Nah, kalsium tertinggi ada pada susu,” jelas nutrisionis di bidang klinis dan olahraga ini.

Saat ini, menurut Emilia, masih banyak orang yang menghindari susu karena takut gemuk. Padahal, kandungan protein pada susu ampuh membakar lemak dalam tubuh. “Kandungan kalsium dalam susu mampu menekan hormon kortisol, hormon yang bekerja meningkatkan nafsu makan. Kalau hormon kortisol dapat ditekan, maka nafsu makan otomatis berkurang,” katanya.

Selain itu, susu juga berfungsi untuk menurunkan stres. Proses itu terjadi karena kandungan protein lactium pada susu ampuh menurunkan tekanan darah, sehingga tubuh jadi tenang. Begitu pula saat mengalami premenstrual syndrome (PMS). Susu bisa dijadikan sahabat, karena kandungan kalsiumnya bisa mengurangi kram pada otot, termasuk otot rahim.

“Dengan manfaat yang begitu banyak, saya enggak pernah meninggalkan aktivitas minum susu. Kebiasaan itu menular juga kepada anak-anak saya. Kalau di kulkas stok susu habis, saya bisa panik, deh,” ujar Emilia, yang mengaku tak pernah absen minum susu saat sarapan pagi. Baginya, segelas susu di pagi hari sudah cukup memberikan energi pada tubuh, karena mampu menggantikan natrium, kalium, dan mineral penting lainnya.
 
Meski memiliki beragam manfaat yang menyehatkan, konsumsi susu harus tetap dibatasi. Dalam sehari, Emilia menyarankan minum susu maksimal 750 cc atau setara 3 gelas ukuran 200-250 cc. Untuk manfaat terbaik, susu sebaiknya diminum saat sarapan, sebelum berolahraga, dan malam hari sebelum tidur. Emilia juga menekankan pentingnya mengimbangi aktivitas minum susu dengan olahraga ataupun memperbanyak aktivitas fisik. “Tidak harus olahraga berat. Membiasakan berjalan kaki atau lebih memilih naik tangga daripada lift sudah cukup. Kandungan protein dalam susu akan bekerja lebih optimal membakar kalori apabila Anda aktif bergerak,” cetus Emilia. (f)

Baca juga:
Langkah Berlatih Pilates Sendiri
Atur Pola Makan untuk Jaga Kesehatan Jantung
Porsi Pemanis yang Pas untuk Jus
 


Topic

#Susu

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?