Health & Diet
Pasien Gagal Ginjal Dapat Tetap Hidup Produktif, Coba Terapi Peritoneal Dialisis, Cuci Darah Lewat Perut

18 Aug 2017


Foto: Pixabay
 
Dampak gagal ginjal yang melumpuhkan kehidupan pasien gagal ginjal kronis pasti membuat Anda mengedik ngeri. Ginjal berfungsi membersihkan darah dari sisa metabolisme tubuh berupa racun-racun yang dibuang lewat air seni. Tiap menit, ginjal memproduksi air seni yang dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih.

Bila jumlah urin dalam kandung kemih cukup banyak, maka akan timbul rangsangan buang air kecil. Dalam proses inilah ginjal bertugas mengatur keseimbangan dan konsentrasi cairan dalam tubuh.

Kelainan karena gangguan ginjal bisa berupa infeksi saluran kencing (ISK), kolik batu, dan kebocoran ginjal. Penyakit seperti ini tergolong ringan dan masih bisa disembuhkan melalui obat dan diet protein. Namun, bila tidak segera diobati, kelainan ini akan terjadi lagi, dan bukan tak mungkin berkembang mencapai tahap kronis.
   
Menurut Dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) Koordinator Wilayah Jakarta, dua faktor utama sakit ginjal adalah tekanan darah tinggi dan diabetes. Dua hal ini juga penyebab dari dua pertiga dari kasus gagal ginjal kronis. Di Indonesia, pada tahun 2014 sekitar 56 persen pasien gagal ginjal kronis tergolong usia produktif, yaitu di bawah 55 tahun. Angka insiden tahunan mencapai 35ribu kasus cuci darah.

Namun, belum banyak yang tahu bahwa ada pilihan terapi cuci darah atau dialisis lain selain dengan mesin yang memungkinkan pasien gagal ginjal untuk hidup lebih mandiri.

Sebelumnya, mari pahami dulu beberapa hal tentang gagal ginjal kronis.

1/ End Stage Renal Disease (ESRD)
End Stage Renal Disease merupakan tahap terakhir (tahap lima) dari penyakit gagal ginjal kronis (GGK), artinya, ginjal hanya berfungsi kurang dari 15 persen dari kemampuan normalnya. Jika seseorang didiagnosis ESRD, ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi secara permanen dan tidak bisa disembuhkan.

2/ Efek ESRD pada tubuh: Uraemia
Ketika ginjal berhenti bekerja sama sekali, tubuh dapat terisi dengan racun karena adanya kelebihan air dan sisa racun. Kondisi ini juga disebut uraemia, menyebabkan pembengkakan tangan dan kaki dan membuat seseorang merasa lelah dan lemah.

Jika tidak diobati, uraemia dapat menyebabkan kejang atau koma, dan akhirnya mengakibatkan kematian. Pasien dalam kondisi uraemia perlu menjalani terapi dialisis atau mendapatkan transplantasi ginjal, karena tubuhnya sudah tidak mampu untuk menjaga mereka tetap hidup.

3/ Pilihan terapi untuk pasien gagal ginjal kronis
Pasien gagal ginjal kronis punya beberapa pilihan terapi, yaitu: transplantasi ginjal, hemodialisis, dan peritoneal dialysis.

- Hemodialisis (HD), terapi cuci darah dengan mesin filter yang paling dikenal oleh masyarakat.
Darah pasien dikirim melalui filter untuk menghilangkan racun dari tubuh. Darah bersih kemudian dikembalikan ke tubuh setelah proses penyaringan selesai. Hemodialisis atau cuci darah ini biasanya dilakukan di rumah sakit atau pusat dialisis tiga kali seminggu selama empat sampai lima jam per sesi.

- Peritoneal Dialysis (PD), terapi cuci darah lewat perut.
Terapi ini dapat dilakukan sendiri di rumah atau di manapun oleh pasien ESRD. Terapi bekerja di dalam tubuh, menggunakan lapisan perut (membran peritoneal) sebagai filter alami untuk menghilangkan racun dari aliran darah. Cairan PD akan berada di dalam rongga sebelum pengeringan. Proses kemudian berulang tiga sampai empat kali dalam setiap sesi terapi.

Salah satu yang mulai banyak dilakukan oleh pasien adalah terapi CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Terapi CAPD dinilai lebih praktis dan efisien karena bisa dilakukan sendiri oleh pasien dan waktunya lebih singkat, hanya sekitar 30 menit. Prosedurnya juga sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit.

 Ambri Lawu Trenggono, salah satu pasien gagal ginjal yang kini dapat hidup mandiri dengan terapi peritoneal dialisis mengaku sangat leluasa untuk tetap aktif dan hidup normal.

“Satu bulan sekali saya berkonsultasi dengan dokter untuk memonitor kondisi saya, tapi selama saya mengikuti anjuran saat pergantian cairan, disiplin dengan diet dan menjalani pola hidup sehat, saya bisa memiliki hidup yang fleksibel. Saat ini saya menjalankan bisnis yang membantu sesama pasien gagal ginjal, serta mendukung keluarga saya,” kisah Ambri dalam peluncuran kampanye Moving On di Jakarta (16/8).


 
Anda juga dapat melihat kisah inspiratif lainnya tentang pasien dengan perawatan cuci darah yang masih dapat aktif bekerja dan produktif dalam seri video kampanye Moving On.
 

Pasien yang ingin melakukan CAPD harus menjalani operasi kecil di awal untuk memasukkan kateter di abdomen (perut) sebagai saluran yang menghubungkan lapisan perut (peritoneum) dengan dunia luar. Tanyakan kemungkinan untuk melakukan terapi PD pada dokter dan cara mendapatkan pelatihan untuk melakukan prosedur terapi yang tepat untuk menghindari komplikasi. (f)
 
Baca juga:
Kenali 8 Gejala Sakit Ginjal Pada Anak
Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Merusak Ginjal!
Cegah Gagal Ginjal Dengan Cukup Minum Air Putih


Topic

#GagalGinjal, #Ginjal

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?