Health & Diet
Liffi Wongso (Ilustrator): Pandemi Menantang Kewarasan Wanita

16 Apr 2021


Foto: Dok. Pribadi


Pengantar: 
Liffi Wongso menjadi salah satu seniman muda yang bergabung dengan Atreyu Moniaga Project yang tengah melambung namanya. Lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ini memulai karier menggambarnya sejak usia belia. Ia memulai pameran tunggal pertamanya pada Agustus 2018, di Ruang Seduh, Jakarta. P
emilik akun Instagram @liffi_wongso ini menuangkan pikirannya tentang pandemi yang telah terjadi selama satu tahun belakangan dalam sebuah ilustrasi berjudul See Us yang bercerita tentang wanita & mental health di masa pandemi dalam palet warna yang cerah dan gaya ilustrasi kontemporer yang menjadi ciri khasnya. Simak ungkapan rasa Liffi dalam ilustrasi dan tulisan berikut ini. 
 

********

Masa pandemi adalah masa yang sulit karena perubahan dan ketidakpastian, terutama bagi wanita. Berdasarkan studi dari Institute for Fiscal Studies (IFS) kesejahteraan kesehatan mental wanita terpengaruh secara tidak proporsional dibandingkan dengan laki-laki.

Kondisi pandemi telah menempatkan wanita pada ‘tugas’ yang berlipat ganda di waktu bersamaan ia harus menjadi guru bagi anak, istri bagi suami, hingga karyawan bagi perusahaan. Tanggungjawab yang melatari besarnya tekanan psikologis pada wanita.


Emerging adults yaitu orang yang berada di rentang usia 18-30 tahun, seperti disebut oleh psikolog klinis Syazka Nadindra, paling rentan memiliki gangguan psikologis karena banyaknya ambiguitas peran antara menjadi dewasa dan anak-anak. Masa-masa transisi tersebut adalah masa yang paling membingungkan untuk individu. Terlebih semenjak pandemi, banyak wanita muda yang dituntut untuk mengambil keputusan besar dalam hidup.

Tekanan selama pandemi juga saya rasakan sebagai Ilustrator. Walaupun jauh sebelum pandemi saya sudah lebih sering bekerja di rumah, kondisi pandemi sekarang tetap membuat saya sulit beradaptasi dan menerima kenyataan. Banyak hal yang tidak bisa direalisasikan dan
plan yang terpaksa harus ditunda. 

Ditambah lagi mendekati akhir tahun 2020, saya dan keluarga terpapar virus COVID-19 yang mana memaksa mental saya untuk selalu berada dalam kondisi waspada. Hal tersebut tentu saja menambah rasa cemas dan membuat saya pribadi berada dalam kondisi tertekan. 

Rasa cemas, takut, sedih, tertekan adalah respons yang wajar di situasi sekarang ini, seperti diungkap oleh psikolog klinis
Fadhilah Eryananda. Di kondisi yang sangat menekan dan tidak pasti seperti ini, sebaiknya kita lebih menguatkan self-love dan self-compassion.

Di lain sisi, satu tahun berada di situasi pandemi pada akhirnya memberi saya kesempatan untuk meng-
upgrade diri sekaligus memperbaiki hubungan dengan keluarga dan teman. Menghabiskan sebagian besar waktu di rumah bukan berarti merenggut kebebasan beraktivitas, melainkan dapat membuat kita menemukan hal baru.


Ilustrasi: Liffi Wongso


Ilustrasi berjudul See Us yang saya buat ini berdasarkan bagaimana saya melihat kondisi wanita  di saat pandemi. Bunga-bunga pada ilustrasi ini sebagai representasi ‘mental’ di mana terdapat tiga sosok wanita yang memperlakukan bunga (mental) mereka dengan berbeda-beda. Ada yang melihat dengan nanar, ada yang menatap bunganya dengan tatapan kosong, namun ada pula yang memeluk bunganya. Situasi saat ini membuat kita kembali merasakan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan mental mereka. Tinggal bagaimana kita memperlakukan kesehatan mental kita sendiri.

Bunga krisan memiliki bentuk yang cukup satisfying untuk dilihat. Bentuk kelopak yang rapi kelipatannya dan warnanya yang cantik membuat saya pribadi yang melihatnya merasa tenang. Selain saya representasikan sebagai ‘mental’, bunga Krisan juga objek yang menenangkan jiwa. Saya berharap teman-teman wanita di luar sana juga tidak lupa untuk menemukan hal yang menyenangkan dan menenangkan diri. (f) 


Baca Juga: 

Akibat Pandemi, 80% Anak Muda Dunia Alami Penurunan Kondisi Mental
Millenial Paling Rentan Depresi Selama Menjalani Social Distancing
Cegah Bunuh Diri Pada Ibu Baru


 



Topic

#wanitabicarapandemi, #wanitafemina, #mentalhealth, #kesehatanjiwa

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?