Health & Diet
Kembali Berolahraga Setelah Cedera

18 May 2016


Foto: Fotosearch

Menyebalkan memang jika kita nggak bisa melakukan olahraga favorit—bisa karena cedera atau penyakit tertentu. Tapi, bukan berarti kita menyerah untuk menjalankan hidup sehat, kan…. Walau tubuh pernah nggak fit, olahraga tetap perlu dilakukan, tuh. Yuk, simak tip dr. Michael Triangto Sp.KO tentang kembali berolahraga setelah cedera….
 
Pertolongan RICE
Saat tubuh cedera, kita dianjurkan untuk istirahat total demi mempercepat proses penyembuhan. Jika cedera ankle, misalnya, hindari kaki melakukan aktivitas berat seperti naik turun tangga. Cukup gunakan untuk berjalan ringan, deh. Kondisi ini berbeda dengan atlet—yang tetap berlatih saat sakit agar kemampuan fisiknya tidak menurun drastis.  
           
Ketika mengalami cedera, pastikan kita melakukan pertolongan pertama RICE, yaitu Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Rest berarti mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, sedangkan Ice berupa pendingin agar cedera peradangan berkurang.
           
Compression adalah menekan dan membabat bagian yang cedera. Selain untuk mengurangi sakit akibat gerakan dan menekan pembengkakan, juga sebagai reminder agar kita berhati-hati terhadap bagian tubuh tersebut. Sedangkan Elevation dilakukan dengan meninggikan bagian tubuh yang terluka. Misalnya, letakkan ankle di atas selimut atau bantal dengan harapan pembengkakan berkurang.
           
“Jika sudah melakukan pertolongan pertama dan cedera nggak juga sembuh setelah tiga hari, artinya Anda harus konsultasi ke dokter. Dengan begitu, bisa dilakukan penanganan yang tepat. Soalnya, kadang diperlukan juga tambahan mobilitas dari fisioterapi, obat, atau operasi,” ujar Michael.  
 
Sebelum Comeback
Banyak di antara kita yang cemas kalau cedera akan membuat tubuh ‘cacat’ sehingga mempersulit kita untuk melakukan aktivitas seperti semula. Menurut Michael, nyeri akibat cedera memang bisa hilang. Namun, lukanya akan membekas—yang membuat kondisi tubuh kita nggak kembali fit 100%.
           
“Sendi atau otot yang sobek akan sulit sembuh total. Meski begitu, orang yang cedera tetap bisa berlatih dengan porsi mendekati dulu, kok. Kuncinya adalah merawat bagian tubuh yang luka agar nggak bertambah parah,” jelas Michael.
           
Caranya, nih, sementara mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, kita latih otot-otot bagian lain. Jika nyeri sudah menghilang, barulah otot yang cedera dilatih agar bisa kuat. Setelah itu, lakukan latihan peregangan agar sendi bisa memiliki range of moving (ROM) yang mendekati normal.
           
Untuk mengetahui tingkat kemampuan mobilitas diri, kita bisa lakukan jalan cepat. Maklum, manusia pada dasarnya mampu memindahkan dirinya sendiri dalam bentuk berjalan. Jadi, ini merupakan salah satu cara termudah untuk melihat kemajuan diri kita pasca cedera.
 
Cari penggantinya!
Bingung mencari alternatif olahraga pengganti? Ini panduannya bagi kita yang baru sembuh dari cedera di bagian tubuh tertentu!
 
#Pergelangan kaki
Cedera di bagian tubuh satu ini paling sering dialami oleh kita yang hobi lari atau main bulutangkis. Jika kita baru saja cedera dan trauma untuk kembali melakukannya, kita bisa beralih ke olahraga yang gerakannya fokus ke upper body. Misalnya: berlatih di gym menggunakan alat-alat yang melatih otot dada atau punggung seperti rowing.
 
#Bahu
Seseorang yang hobi olahraga renang paling rentan cedera di bagian ini. Selama nyeri belum sepenuhnya hilang, atau kita mau ganti haluan, kardio bisa jadi pilihan utama. Bosan kardio? Ergocycle juga bisa kita jajal agar kaki jadi lebih aktif bergerak.
 
#Lutut
Selain sepakbola dan futsal, basket dan sepeda merupakan olahraga yang berisiko membuat lutut cedera. Pastinya, nih, kita harus pilih olahraga yang meminimalisir gerakan di lutut. Menurut Michael, salah satunya adalah renang gaya bebas. Hindari gaya katak karena dapat memberi tekanan pada lutut. Nggak bisa berenang? Latihan upper body di gym adalah pilihan tepat.
 
#Punggung
Bermain tenis atau olahraga dengan alat-alat di gym dapat mencederai punggung—apalagi jika kita nggak tahu cara menggunakannya dengan tepat. Sebagai pengganti, kita bisa memilih renang gaya bebas atau punggung—apalagi jika nggak ada masalah bahu. (f)
 


Topic

#atasicedera

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?