
Foto : Pixabay
Sama-sama terasa di bagian kepala, ternyata ada perbedaan antara sakit kepala dan pusing. Menurut dr Feda Anisah Makkiyah, Sp. Bedah Syaraf, kadang kita memang sulit mengatakan apa yang kita rasakan. Apakah sakit kepala, kepala berputar atau pusing. Padahal, penyebutan yang salah pada saat berobat ke dokter akan mengarahkan pengambilan kesimpulan yang salah dan akibatnya akan menyebabkan diagnosis yang salah tentang kondisi pasien.Berikut perbedaan dasar antara pusing dan sakit kepala:
Pusing
Pusing sering disebut dengan ‘nggeliyeng’ dalam bahasa Jawa, dizziness dalam bahasa Inggris dan salah satunya ‘vertigo’ dalam istilah modern. Pusing merupakan gangguan persepsi ruangan dan kestabilan badan dapat berupa sakit pada bagian kepala yang membuat penderita merasa berputar-putar bahkan dapat mengganggu keseimbangan tubuh.
Bahkan dalam keadaan tertentu, pusing juga dapat membuat penderita jatuh pingsan. Pusing lebih sering dialami oleh orang yang lebih tua dengan kemunculan waktu yang tiba-tiba, hilang kemudian muncul lagi selama beberapa saat.
Banyak kondisi yang berhubungan dengan pusing. Pusing bisa merupakan gejala sesuatu yang serius seperti geger otak atau perdarahan otak, epilepsy, stroke, radang selaput otak atau radang otak itu sendiri. Meskipun demikian, subkategori pusing bisa dikategorikan sebagai berikut : 40% gangguan saraf keseimbangan bagian tepi, 10% lesi di susunan saraf pusat, 15% gangguan psikiatri, 25% mau pingsan, 10% pusing yang tidak spesifik.
Adanya suplai darah yang tidak cukup ke otak karena tekanan darah tiba-tiba drop atau masalah jantung juga bisa menyebabkan pusing.
Lalu apa bedanya dengan sakit kepala? Lanjutkan ke halaman berikut.
Topic
#kesehatan, #sakitkepala, #pusing, #migrain


