Health & Diet
Imunitas Tubuh Selama Puasa dan Risiko Terjangkit COVID19

28 Apr 2020


Foto: Unsplash.com


Puasa tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 membawa pengaruh yang cukup besar pada kebiasaan umat Islam menjalankan ibadah puasa, termasuk dalam hal menjaga imunitas tubuh. 

Menurut dr. Hj. Vivien Maryam, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Primaya Hospital Tangerang (d/h RS Awal Bros), terdapat beberapa prinsip puasa yang perlu kita ketahui. Pertama, puasa hanya "menggeser" jam makan dan minum. Jadi, kebutuhan makan dan minum selama puasa harus terbayar pada waktu kita tidak berpuasa. Prinsip kedua yaitu kita butuh asupan gizi, nutrisi, dan cairan yang seimbang selama menjalani ibadah puasa.

Lebih lanjut dr. Hj. Vivien, pada dasarnya masyarakat tidak perlu terlalu khawatir akan imunitas tubuh yang menurun ketika puasa di tengah Covid-19 ini. “Proses puasa adalah proses mengistirahatkan organ terutama organ pencernaan dan regenerasi sel yang dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk pertahanan tubuh terhadap berbagai jenis virus atau kuman penyakit,” jelasnya. 

Ketika berpuasa, kita dilarang makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Selama kurun waktu tersebut, sistem pencernaan diistirahatkan dan sel-sel tubuh mengalami regenerasi. Saat puasa, sistem pencernaan yang sebelumnya bekerja terus menerus selama 11 bulan akan  beristirahat. Pada waktu istirahat tersebut, sel-sel tubuh akan memperbaiki diri.

Pada saat berpuasa, Hematopoietik (proses pembentukan komponen sel darah) akan bekerja dengan cara mengeluarkan sel-sel imunitas tubuh lebih baik seperti sel limfosit T dan sel limfosit B untuk pertahanan tubuh. Sel limfosit T dan sel limfosit B tersebut dapat menghasilkan antibodi untuk melawan berbagai virus atau kuman yang masuk. 

Menurut dr. Hj. Vivien, keterkaitan Covid-19 dengan kondisi tubuh saat puasa sebenarnya kembali ke faktor imunitas tubuh dan pekerjaan seseorang. Seseorang akan lebih berpotensi terinfeksi Covid-19 jika memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, asma, penyakit autoimun, atau penyakit lain yang mengharuskan seseorang untuk mengkonsumsi obat penekan imun. Selain itu, potensi terinfeksi juga dihadapi oleh tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan di rumah sakit terutama yang merawat pasien Covid-19.

“Hal yang penting adalah jaga imunitas tubuh dengan cara makan bernutrisi tinggi, banyak minum, dan istirahat yang cukup. Selama daya tahan tubuh kuat, maka tubuh dapat melawan berbagai macam virus atau kuman. Asupan gizi selama puasa juga harus seimbang,” ujar dr. Hj. Vivien. (f)


Baca Juga: 
Masih Banyak Pertanyaan, Apa Yang Terjadi Setelah Dinyatakan Sembuh COVID-19
Anjuran Ibadah Ramadan di Tengah COVID-19
Ini Makanan Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Puasa
 

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#puasa, #imunitastubuh, #corona, #covid19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?