Foto: pixabayDi Indonesia, herbal seperti kunyit, jahe, sereh, dalam sekejap dicari saat COVID-19 dinyatakan sudah sampai di tanah air. Jamu mendadak punya penggemar baru. Bawang putih yang dipercaya memiliki khasiat meningkatkan daya tahan tubuh pun makin laris.
Berhubung belum ada obat dan vaksin, daya tahan tubuh yang kuat dan perilaku menjaga kebersihan jadi benteng yang harus dibangun oleh setiap individu. Meski tak diresepkan oleh dokter dan bukan dikategorikan sebagai obat farmasi, tapi makanan fungsional atau nutraceutical memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Khasiat makanan itu biasanya dipercaya secara empiris, dan sebagian sudah melewati riset ilmiah.
Hampir setiap negara memiliki resep dan makanan fungsional yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Korea Selatan, misalnya, memiliki ginseng merah dan propolis. Dikutip dari Koreaherald, penjualan makanan fungsional meningkat tajam selama bulan Februari lalu. Di jaringan hypermarket Homeplus, penjualan produk ginseng merah meningkat 260 persen. Sementara Lotte Homeshopping, penjualan suplemen termasuk ginseng merah dan propolis, pada periode 1 - 17 Februari meningkat 137 persen.
Di Iran, akar tumbuhan bakung biasa dibuat sup bersama wortel dan aneka herbal untuk menjaga daya tahan tubuh saat musim dingin, serta meredakan gejala flu dan batuk. Kandungan vitamin C, A, antioksidan dalam akar bakung dipercaya ampuh meningkatkan imunitas dan meredakan peradangan.
Di Spanyol, sup gazpacho yang terbuat dari tomat, bawang bombay, bawang putih, mentimun, merica, extra virgin olive oil, dan sherry vinegar jadi andalan untuk menghalau selesma. Di Italia, licorice (Glycyrrhiza glabra) yang kaya akan kandungan glycyrrhizin, dibuat menjadi semacam sirop jadi andalan untuk meningkatkan imunitas, antiradang, dan antivirus.
Di Swiss, untuk membuat tubuh kuat menghadapi penyakit musiman saat musim dingin, sea buckthorn berries dan elderberries jadi andalan dan dipercaya sejak zaman dahulu kala.
Para produsen suplemen tentu memiliki bahasa marketing yang menggoda dan meyakinkan, dan Anda sah-sah saja mengonsumsinya. Namun para pakar kesehatan mengingatkan, untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang baik, suplemen saja tak cukup. Anda perlu cukup istirahat, makanan bergizi, olahraga, dan menjauhi hal yang bisa memberi efek buruk bagi tubuh seperti rokok. (f)
Baca Juga:
6 Jamu Favorit Orang Indonesia
Pasca 2 WNI Positif Korona, Permintaan Bahan Herbal Meningkat. Ini Manfaatnya Bagi Tubuh
Topic
#healthdiet, #kesehatan, #COVID19, #coronavirus


