Health & Diet
Fenomena baru Long COVID-19, Apa yang Perlu Diwaspadai Pasien?

3 Nov 2020


Foto: Pixabay


Pandemi COVID-19 belum berakhir. Seiring waktu, berbagai fakta baru terkuak dari virus baru ini. Karena Novel Corona Virus 19 ini adalah jenis virus baru,  hingga saat ini seluruh dunia masih melakukan penelitian dan pendalaman tentang virus dan penyakit yang diakibatkan oleh virus ini. Belakangan yang hangat diperbincangkan adalah hadirnya fenomena long covid. Apa itu fenomena long covid?

Menurut dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, fenomena long covid yang terjadi pada pasien terkonfirmasi positif PCR (terinfeksi COVID-19) adalah suatu fenomena yang memang sudah terjadi selama pandemi COVID-19 dalam kurun waktu hampir setahun ini.

Istilah long covid atau biasa disebut juga post acute COVID-19 adalah suatu gejala yang masih dialami oleh seseorang, baik yang dialami oleh pasien yang telah mengalami perbaikan klinis (pasien yang telah dinyatakan negatif dari hasil pemeriksaan PCR) maupun pada pasien yang masih mengalami gejala-gejala seperti saat terinfeksi COVID-19 sehingga perlu perawatan lebih lama di rumah sakit dari biasanya yaitu kurang lebih 3 minggu.

Penelitian yang dilakukan di negara-negara Eropa menyebutkan bahwa 9 dari 10 pasien yang dirawat karena terinfeksi COVID-19 dapat mengalami fenomena long covid ini. “Long covid ini biasanya terjadi pada pasien dengan keluhan mild symptoms (gejala ringan) dan rata-rata mengalami gejala long covid lebih dari 3 minggu bahkan berbulan-bulan setelah gejala awal dialami oleh pasien,” ujar dr. Irhamsyah.

Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Karawang, dr. Nurhayati, Sp.P, menambahkan bahwa seseorang disebut terkena long covid akibat lamanya perawatan dan gejala-gejala yang timbul, dari ringan hingga berat. Rasa sakit yang ditimbulkan dapat bertahan lama, tergantung berat ringannya suatu penyakit.

Makin berat gejala COVID-19, makin lama efek yang diderita pada pasien COVID-19. Gejala yang paling umum terjadi selama long covid adalah sakit kepala, myalgia (nyeri otot), pegal-pegal, dan lagi sebagainya.

Menurut dr. Irhamsyah, gejala yang dialami pasien long covid sama seperti variasi gejala COVID-19 seperti rasa lelah berlebihan, gangguan napas, nyeri sendi, dan nyeri dada. Bahkan, terdapat laporan bahwa adanya gangguan psikis para pasien pasca terinfeksi COVID-19.

“Dampak akibat long covid sudah tentu menyebabkan gangguan pada kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-harinya akibat gangguan secara fisik dan psikis oleh COVID-19 ini,” ujar dr. Irhamsyah.

Menambahkan, dr. Nurhayati menyebut bahwa long covid berkaitan dengan pengalaman psikis yang dialami selama sakit. Pengalaman tersebut terkadang masih dirasakan setelah pasien sembuh. 

Di negara lain seperti Eropa sudah mengantisipasi dan sedang mendalami fenomena ini. “Indonesia sebaiknya juga perlu waspada tentang hal ini karena COVID19 adalah virus yang dianggap sangat berbahaya dikarenakan dapat mengganggu kualitas hidup seseorang terutama fisik maupun mental. Program penanganan pasca terkena COVID-19 dapat berkontribusi mendukung masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitasnya secara produktif dan optimal di kehidupan sehari-hari pasca terinfeksi COVID-19,” ujar dr. Irhamsyah.

Baca Selanjutnya: Waktu yang Tepat Pasien COVID-19 Dinyatakan Sembuh

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#ingatpesanibu, #3m, #satgas, #covid19, #corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?