Health & Diet
Epilepsi Bisa Disembuhkan!

12 Sep 2017


Foto: Pixabay

“Adanya kesalahan persepsi dari masyarakat dan keluarga penyandang epilepsi dapat membuat penyandang epilepsi menarik diri dari pergaulan dan relasi sosial sehingga pasien cenderung masuk ke dalam bayang-bayang perasaan kesendirian, kesepian, tidak percaya diri dan depresi yang memperberat beban penderitaan mereka,” jelas Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Guntara Hari, SpKJ,dari RS Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.
 
Epilepsi adalah suatu gangguan fungsi listrik otak yang ditandai oleh cetusan listrik secara berlebihan pada sekelompok atau sebagian besar sel-sel otak, sehingga timbul perubahan perilaku sesaat dan berulang. Epilepsi dapat terjadi pada siapa saja di seluruh dunia tanpa batasan usia, gender, ras sosial dan ekonomi.

Baca juga:
7 Langkah Pertolongan Pertama Untuk Penderita Serangan Epilepsi
Ana Halozan, Sang Juara Sejati
 
Data dari WHO menyebutkan bahwa dari banyak studi menunjukkan rata-rata prevalensi epilepsi aktif 8,2 per 1.000 penduduk, sedangkan angka insidensi mencapai 50 per 100.000 penduduk. Meskipun di Indonesia belum ada data pasti tentang prevalensi maupun insidensi, tapi sebagai suatu negara berkembang yang berpenduduk berkisar 220 juta, maka diperkirakan jumlah orang dengan epilepsi yang masih mengalami bangkitan atau membutuhkan pengobatan berkisar 1,8 juta.
 
“Pada 70-80% penyandang epilepsi yang mendapat terapi yang sesuai, manifestasi klinisnya dapat teratasi dengan baik dan pasien dapat hidup secara normal dan mampu mengembangkan potensi optimalnya dalam hidup mereka. Epilepsi bukanlah penyakit turunan atau bisa menular lewat air liur dan sebagainya. Yang benar, penyandang epilepsi juga bisa sembuh dan melanjutkan aktivitas seperti orang normal lainnya dengan terapi obat berkala,” terang spesialis saraf dr. Yuliana Uganda, SpS, dari RS Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan. (f)


Reynette Fausto


Topic

#epilepsi