
Foto: Unsplash
Belakangan topik tentang tingkat polusi dan kabut asap menyita perhatian masyarakat Indonesia. Dua pulau besar, Sumatera dan Kalimantan mengalami masalah kabut asap yang tak kunjung terselesaikan. Tak dipungkiri, semua itu mempengaruhi tingkat kualitas udara yang layak untuk dihirup manusia. Polusi udara sangat berbahaya bagi manusia, terlebih jika terhirup oleh ibu hamil, bayi, dan anak. Risiko kesehatan jangka pendek pun timbul, seperti mata dan hidung berair, batuk-batuk, hingga infeksi saluran nafas atas.
dr. Merwin Tjahjadi, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah- Bintaro Jaya, mengungkapkan beberapa potensi bahaya yang muncul bila ibu hamil dan wanita pada umumnya terlalu banyak terpapar udara berkualitas buruk.
1/ Berat badan lahir rendah.
2/ Meningkatkan risiko kelahiran premature
3/ Meningkatkan risiko bayi dengan kelainan cacat bawaan.
4/ Memicu terjadinya infeksi saluran nafas atas ataupun pencetus asma pada ibu hamil.
5/ Meningkatkan risiko kardiovaskular maupun hipertensi dalam kehamilan akibat proses pengapuran plasenta.
6/ Beberapa studi membuktikan bahwa polusi udara memberi dampak pada berkurangnya fertilitas, baik wanita maupun pria. Beberapa penelitian menghubungkan hal ini dengan kemungkinan keguguran.
Polusi udara makin berbahaya karena tidak kasat mata, karena itu seringkali diabaikan oleh ibu hamil. Namun ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.
“Beberapa caranya adalah dengan memperhatikan AQI ketika akan beraktivitas di luar ruangan, hindari beraktivitas di siang hari karena saat itulah tingkat polusi udara paling tinggi, upayakan memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas, dan gunakan alat penyaring udara untuk membersihkan udara dalam ruangan,” jelas dr.Merwin.
AQI (Air Quality Index) merupakan alat ukur kualitas udara di suatu titik atau wilayah. Kualitas udara dinilai baik jika AQI lebih kecil dari angka 50. Pada saat AQI berkisar antara 100-150 maka kelompok sensitif sudah harus mewaspadainya. AQI ini dapat diketahui melalui berbagai aplikasi telepon pintar yang berfungsi memantau polusi udara.
Para ibu yang sedang mengandung pada trimester awal harus lebih waspada. Risiko keguguran akibat terpapar polusi udara dapat meningkat pada usia kehamilan yang masih muda. (f)
BACA JUGA:
Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru
Waspada Udara Berkualitas Buruk, Picu Penyakit Paru Pada Anak
Polusi Berefek Buruk Bagi Anak, Ini Langkah Untuk Melindungi Mereka
Topic
#polusiudara, #ibuhamil


