Health & Diet
Cara Membaca Aura untuk Kesehatan Fisik dan Psikis

2 Aug 2018


Foto: Pixabay
 
Tanpa kita sadari, tubuh kita melakukan interaksi dengan tubuh-tubuh lain di sekitar kita melalui pancaran energi elektromagnetik, yang dikenal dengan istilah aura. Aura inilah yang mengindikasikan karakter, dan kesehatan jasmani serta rohani seseorang. Kemampuan melihat aura bisa membantu kita mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitar, sehingga kita mampu memberikan respons bijak. Kabar gembiranya, tak perlu memiliki indera keenam untuk bisa melihat aura. Cukup kesungguhan hati dan latihan rutin.
 
Aura merupakan medan energi elektromagnetik tubuh yang berfungsi sebagai pelindung. Penampakannya seperti lapisan sinar yang membungkus tubuh. Tidak semua orang mempunyai kemampuan melihat medan aura ini. Sebab, warna-warna aura berada empat oktaf di bawah frekuensi warna sinar yang bisa dilihat oleh mata fisik. Mata manusia normal hanya bisa melihat gradiasi warna dari merah sampai ungu (violet). Sedangkan aura memiliki frekuensi berada di bawah warna merah.
 
”Ilmu membaca aura itu bukan ilmu klenik, seperti yang selama ini disalahpahami oleh banyak orang,” ujar Debra Maria Rumpesak , MsT, Cht., pakar aura dan chakra healing. Pembuktian ilmiah terhadap keberadaan aura sudah banyak dilakukan, bahkan risetnya telah bermula sejak 1935. Ditandai dengan ditemukannya teknologi Foto Kirlian oleh ilmuwan asal Rusia, S. Kirlian. Melalui teknologi ini, Kirlian mampu merekam bias aura eterik atau aura inti tubuh yang berwarna putih.
 
Pada 1987, Guy Coggings dari Prancis menemukan kamera Progen Aura yang bisa menangkap warna-warni aura emosional yang melapisi bagian luar aura eterik. Sayangnya, dengan alat ini kita hanya bisa melihat hasil jepretan yang bersifat statis. Baru di akhir 1998, Fisslinger asal Jerman, berhasil menemukan teknologi Aura Video Station (AVS). Dengan alat ini seseorang bisa melihat pergerakan auranya secara dinamis di layar monitor.


”Kemampuan membaca aura tidak eksklusif bagi mereka yang memiliki indera keenam saja, tapi bisa dilatih.” Debra Maria Rumpesak , MsT, Cht, lulusan Therapeutics Massage & Wellness Institute, Pittsburgh, Pennsylvania 

Meski tahapan cara membaca aura banyak dibahas dan bisa diunduh secara gratis dari dunia maya, praktiknya tidak semudah itu. Hanya berlatih memfokuskan padangan dan konsentrasi saja tidak bisa membuat Anda melihat bias aura yang menyelubungi seseorang. Berikut ini langkah-langkah awal yang perlu Anda kuasai:

1. Munculkan sifat kekanak-kanakan Anda.
Anak-anak memiliki hasrat besar untuk mengenal, mengagumi, dan menikmati dunia sekelilingnya dengan sepenuh hati. Lain kali Anda beraktivitas, cobalah untuk melakukan dengan tidak sambil lalu. Tetapi perhatikan setiap sensasi yang Anda tangkap, seperti bentuk, warna, dan rasa dengan lebih saksama.

2. Jangan terlalu mengandalkan logika.
Anak-anak selalu mengatakan secara terus terang tentang apa yang mereka pikir dan rasakan.

3. Melakukan relaksasi atau tahapan meditatif.
Di sini kita akan belajar memfokuskan diri pada satu pikiran, agar otak kita berpindah ke gelombang alpha. Anda bisa fokus pada proses menghirup dan menghembuskan nafas, atau bisa juga memikirkan sebuah pemandangan.  Dalam kondisi meditatif inilah kita belajar mempertajam pikiran yang berlaku sebagai ’antena’ atau sensor alami kita.

Mau tahu cara mempertajam pikiran? Lanjutkan membaca ke halaman selanjutnya.
 

Naomi Jayalaksana


Topic

#kesehatan

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.