Health & Diet
Cara Aman Konsumsi Obat Herbal

3 Mar 2018


Foto: Pexels


Sejak dulu orang-orang di Asia Tenggara telah menggunakan herbal untuk pengobatan malaria. Lebih dari 40 spesies yang berasal dari 32 tanaman digunakan oleh suku-suku (Akha, Karen, Lisu, Hmong, dan Lahu) di Thailand Utara.Popularitas herba sebagai obat, seperti ginko biloba dan bawang putih, bahkan meluas hingga menyentuh masyarakat Eropa dan Amerika Serikat. Berikut ini obat herbal favorit dari berbagai belahan Asia.

Banyak yang menganggap obat herbal lebih aman daripada obat modern. Faktanya, meski terbuat dari bahan alami, obat herbal juga mengandung zat kimia aktif seperti obat-obatan kimia umumnya. Karena itu, penggunaan obat herbal sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter yang mendalami obat herbal. Berikut ini beberapa catatan dari dr. Prapti Utami, M.Si, praktisi herbal medik.:
» Penggunaan obat herbal butuh waktu lebih lama karena cara kerjanya yang merevitalisasi sel, memberi energi, meningkatkan daya tahan tubuh.
» Jamu sering menjadi kambing hitam gangguan ginjal. “Penyebabnya bukan jamu, tetapi karena kurang minum. Sedang menggunakan pengobatan herbal maupun tidak, kita sebaiknya minum 1,5-2 liter air tiap hari,” sarannya.
» Penggunaan jamu bisa dikombinasi dengan penggunaan obat medis, asalkan diberi jarak waktu 1-2 jam.
» Perhatikan 3J1C, yaitu: Jenis jamu/tanaman obat, Jumlah atau dosis jamu/tanaman obat, Jadwal atau jam minum, dan cara mengolahnya.
» Perhatikan pantangan yang disesuaikan dengan diagnosis penyakit.(f)

Baca juga:
Usir Lelah dengan Jamu Sebagai Pengobatan Herbal Indonesia
Manfaat Pemberi Energi dan Pencegah Flu dari Sake Pada Pengobatan Herbal Jepang
Manfaat Antikanker Ginseng dan Ginseng Merah dari Pengobatan Herbal Korea


Topic

#pengobatanherbal

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?