Health & Diet
Bukannya Menolong, 5 Kesalahan Cara Memberi Pertolongan Pertama ini Bisa Mengancam Nyawa

3 Oct 2017


Foto: Pixabay

Anda mungkin sering melihat prosedur pemberian pertolongan pertama di film, tapi tahukah Anda untuk melakukannya di dunia nyata tidak semudah yang terlihat di layar televisi. Tindakan yang tepat sangat penting untuk menyelamatkan nyawa. Jangan gegabah, karena maksud baik saja tidak cukup. Perhatikan beberapa hal penting berikut.

1/ Panik
Reaksi saat menemukan kondisi gawat darurat sangat besar pengaruhnya. Saat panik, seseorang cenderung tidak dapat berpikir jernih dan memutuskan apa yang harus ia lakukan.

2/ Langsung mendekati korban
Ada mobil terbalik di tengah jalan, Orang-orang segera berlari mendekat dan berusaha mengeluarkan penumpang dari mobil, saat itu mobil meledak. Korban jadi makin banyak.

Dalam forum diskusi berjudul Semua Orang Bisa Bantu Menyelamatkan Nyawa yang diselenggarakan Philips Indonesia, para trainer dari Medic One, institusi pemberi pertolongan bantuan medis darurat mengingatkan, sangat penting untuk melihat situasi kejadian apakah aman bagi Anda untuk memberi pertolongan, adalah hal pertama yang penting diperhatikan. Jangan sampai jumlah korban malah bertambah.  

3/ Buru-buru memindahkan korban
Melihat orang tergeletak di jalan, biasanya insting orang adalah mengangkatnya ke mobil dan mengebut mobil ke rumah sakit. Niatnya tentu baik, tapi sayangnya bisa saja ini malah memperburuk kondisi. Kenali dulu apakah itu kondisi gawat: mengancam nyawa atau darurat: perlu pertolongan segera tapi tidak mengancam nyawa.

Jika ada patah atau luka, tapi tidak membahayakan nyawa, hentikan dulu perdarahan karena luka, bebat dulu bagian yang dicurigai patah, bukan langsung angkat yang mungkin bisa membuat patah/ luka lebih  parah. Baru setelah itu bawa ke rumah sakit dengan tenang.

Baca juga:
Pertolongan Pertama Pada Karies (Gigi Berlubang)
7 Langkah Pertolongan Pertama Untuk Penderita Serangan Epilepsi
Ini Cara Tepat Menangani Luka Ringan dan Berat


4/ Langsung memberikan bantuan napas buatan
Pernah mendapat pelatihan Resusitasi Jantung Paru atau CPR? Atau sekadar melihat cara pemberian napas buatan di Youtube dan film-film?  Ternyata pemberian CPR yang tidak tepat, juga bisa tidak memberi manfaat atau malah merugikan.

Menurut tim Medic One, panduan American Heart Association tahun 2010, mengalami perubahan. Jika sebelumnya tahapan Bantuan Hidup Dasar adalah A-B-C (airway, breathing, chest compressions) kini menjadi C-A-B (chest compressions, airways, breathing) untuk dewasa, anak, dan bayi.

Pada tahun 2015 kecepatan chest compression juga berubah. Dari yang 100 kali per menit menjadi 100 – 120 per menit dengan kedalaman minimal 5 cm (dewasa) atau 4 cm (anak), untuk membuat sirkulasi oksigen yang memadai.

5/ Tak Berbuat Sesuatu
Tak peduli sama buruknya dengan reaksi yang gegabah. Memang, menolong orang itu dilematis, karena bisa jadi kita saja disalahkan saat kondisi terburuk terjadi.  Karena itu penting untuk belajar tentang cara memberi pertolongan pertama yang benar. Ini bisa dilakukan dengan melakukan pelatihan CPR dan AED Competence di lembaga yang memiliki sarana pelatihan seperti Palang Merah Indonesia dan Medic One. 

“Banyak orang merasa bahwa pertolongan pertama adalah tugas petugas medis di ruang gawat darurat rumah sakit. Padahal setiap orang bisa membantu menyelamatkan nyawa. Jika harus menunggu ambulans datang atau membawa ke rumah sakit, ada waktu yang terbuang. Belum lagi jika jalanan macet,” ujar dr. Erizon Safari, MKK, Kepala Unit Ambulans Gawat Darurat (AGD) dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Jika semakin banyak orang memiliki kemampuan memberi pertolongan pertama maka kemungkinan nyawa yang bisa diselamatkan akan lebih banyak.  

Bahkan jika Anda tidak memiliki kapasitas untuk melakukan CPR, Anda bisa memberi pertolongan pertama dengan menelpon nomor darurat 119, rumah sakit terdekat, dan membantu mengamankan korban hingga bantuan medis datang. (f)


Topic

#kesehatan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?