
Foto: Freepik
Ketika aktivitas semakin banyak terfokus di rumah, satu hal yang sebaiknya mulai dipersiapkan keluarga adalah peralatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang mumpuni. Sangat penting bagi keluarga untuk selalu siaga terhadap berbagai hal yang mungkin saja terjadi di luar rencana kita.
Selama di rumah, sekalipun kelihatannya kita hanya melakukan kegiatan yang sederhana, risiko terjadinya kecelakaan kecil tetap ada. Misalnya saja ketika memasak, kegiatan menyenangkan dan menenangkan ini bisa berubah jadi ‘heboh’ ketika tangan kita tergores saat memotong bawang atau terkena cipratan minyak panas saat menggoreng.
Luka kecil juga mungkin terjadi di saat yang menyenangkan, seperti saat bermain dengan si kecil. Umum terjadi, si kecil terluka di lutut karena terjatuh saat main kejar-kejaran atau luka di jari akibat cakaran kucing.
Faktanya, luka dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Data menunjukkan bahwa 36% luka terjadi di rumah, bahkan data ini sudah ada sebelum masa karantina di mana kita dianjurkan untuk tetap di rumah.
Untuk bersiap dengan kondisi darurat selama kita masih menjalankan kegiatan di rumah saja, keluarga perlu mempersiapkan kotak Pertolong Pertama (First Aid Kit) di rumah. Sesuai namanya, tujuan dari pengadaan kotak Pertolongan Pertama adalah sebagai langkah antisipasi dini untuk menangani cedera atau luka.
Luka dapat terjadi kepada siapa saja dan kita tidak akan tahu kapan. Oleh karena itu, dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician, dalam acara webinar yang diselenggarakan Hansaplast mengajak anggota keluarga untuk mengetahui cara mengobati luka dengan tepat.
“Untuk bisa merawat luka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memiliki kotak Pertolongan Pertama dengan isi yang memadai di rumah. Selain itu, kita juga harus mengerti cara untuk merawat luka dengan tepat. Luka sekecil apa pun tidak boleh dianggap remeh dan harus dirawat dengan tepat untuk mencegah terjadinya infeksi. Dengan memiliki pengetahuan tentang cara merawat luka yang tepat dan dengan memiliki perlengkapan Pertolongan Pertama yang memadai, tentu diharapkan penanganan luka yang baik dan tepat bisa dilakukan sedini mungkin,” jelas dr. Adisaputra.
Simpan kotak Pertolongan Pertama di tempat yang mudah dijangkau agar bisa segera digunakan saat terjadi luka. Pastikan isi kotak selalu lengkap dan selalu terkunci dengan aman. Letakkan kotak di tempat yang sejuk dan kering, agar obat-obatan dan peralatan medis lainnya tidak cepat rusak. Lantas apa saja yang perlu ada di dalam kotak Pertolongan Pertama? Berikut daftarnya:
- Masker
- Pembersih tangan (hand sanitizer)
- Sarung tangan latex (sekali pakai)
- Gunting
- Pinset
- Termometer
- Obat tetes mata
- Obat batuk
- Obat-obatan lainnya seperti untuk sakit kepala atau pun flu
- Spray Antiseptik
- Plester
- Salep Luka
- Kasa steril
Selain memastikan isi Kotak Perlindungan Pertama lengkap, hal-hal berikut juga perlu diperhatikan saat terjadinya luka:
- Tetap tenang dalam melakukan pertolongan pertama pada diri sendiri dan orang lain.
- Jelaskan apa yang kita lakukan pada orang yang terluka, bahwa mungkin menyakitkan tapi mereka akan segera merasa lebih baik.
- Sebelum diobati, bersihkan luka menggunakan cairan antiseptik yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menyebabkan rasa perih.
- Lindungi luka dari kotoran dan bakteri dengan plester berkualitas.
- Hubungi medis jika dirasa perlu, seperti jika luka dalam dan menyebabkan banyak pendarahan. Jika luka menunjukkan tanda infeksi seperti nanah dan bengkak. Ada benda asing yang tertanam dalam kasus gigitan hewan atau manusia atau kontak dengan darah hewan. Atau luka berada di area wajah. (f)
Dibanding Pria, Wanita 4 Kali Lebih Berisiko Terkena Osteoporosis
Susah Tidur Pulas? Ini yang Perlu Anda Perhatikan
Pneumonia Jadi Pembunuh Kedua Balita di Indonesia, Kenali Gejalanya!
Faunda Liswijayanti
Topic
#P3K, #luka




