Health & Diet
57 Wanita di Indonesia Meninggal Setiap Hari Akibat Kanker Serviks

20 May 2021


Foto: Shutterstock


Sampai saat ini, kanker serviks masih menjadi penyakit yang ditakuti oleh para wanita dan memakan banyak korban jiwa. Padahal, kanker serviks termasuk salah satu kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi HPV. 

Data GLOBOCAN 2020 menunjukkan angka kanker serviks di Indonesia meningkat hampir 15% dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah kasus 36.633. Setiap hari ada sekitar 57 wanita di Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks. Artinya, lebih dari 21.000 keluarga di Indonesia setiap tahunnya ditinggalkan oleh ibu, anak perempuan, atau istri karena kanker serviks. Jika tidak ditangani dengan baik, diprediksi kematian akibat kanker serviks akan meningkat hampir 50% pada tahun 2030. Tentunya ini mengakibatkan beban sosial yang besar bagi kelangsungan dan kesejahteraan keluarga Indonesia. 

Menurut dr. Maria Ratna Andijani, Sp.OG, dalam webinar berjudul Girl Power: Living Life to The Fullest yang diselenggarakan oleh Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) pada April lalu, meningkatnya angka kematian akibat kanker serviks sebanyak 15% menunjukkan bahwa masih banyak wanita Indonesia yang belum mendapatkan perlindungan kanker serviks dengan vaksinasi HPV. 

Padahal, usia produktif merupakan usia yang rentan terinfeksi oleh virus HPV, terutama HPV tipe 16 dan tipe 18 yang dapat mengakibatkan kanker serviks. Berdasarkan rekomendasi Satgas Imunisasi Anak dan Satgas Imunisasi Dewasa, vaksinasi HPV dapat memberikan manfaat dan perlindungan mulai dari usia 9 tahun hingga 55 tahun. Oleh karena itu, vaksinasi HPV penting dilakukan sedini mungkin, khususnya bagi para perempuan di usia muda agar mengurangi risiko terkena virus HPV.

Selain itu, bagi para wanita yang sudah menikah juga perlu untuk melakukan deteksi dini secara reguler dengan tes pap smear ataupun tes IVA. “Saya mengajak perempuan Indonesia untuk tidak menunda dan segera mencari informasi mengenai kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksinasi HPV dengan berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit atau klinik terdekat. Sebab, vaksinasi adalah sebuah investasi kesehatan, sehingga mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata dr. Maria.

Rekomendasi vaksinasi HPV juga sejalan dengan strategi global WHO untuk mengeliminasi kanker serviks, dengan mencakup hingga 90% vaksinasi HPV, 70% cakupan skrining, dan 90% akses ke pengobatan terkait di semua negara. 

Kanker serviks dikenal sebagai silent killer bagi wanita karena inkubasi HPV tidak menunjukkan gejala apapun dan butuh waktu lama, bahkan dapat lebih dari sepuluh tahun untuk berkembang menjadi kanker serviks. 

Pada kesempatan yang sama, dr. Venita Eng, M.Sc, Perwakilan KICKS mengungkapkan dari keseluruhan kasus kanker serviks baru yang ditemukan di Indonesia, diketahui sebagian besar sudah pada stadium lanjut. Pada kondisi ini, pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal serta tingkat keberhasilan juga menurun. Untuk itu, dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan terhadap masyarakat luas, terutama generasi muda untuk sejak dini mencegah kaker serviks dengan vaksin HPV. 

Sebagai informasi, selain mencegah dari bahaya kanker serviks, vaksinasi HPV juga dapat mencegah dari penyakit terkait HPV lainnya, seperti beberapa penyakit kulit dan kelamin pada pria. (f) 


Baca Juga: 
Sempatkan Jalan Kaki 30 Menit Sehari, Manfaatnya Ternyata Segudang
Pendampiangan Patient Navigator Bantu Proses Pengobatan Pasien Kanker Payudara
Ini Hal yang Perlu Diketahui Saat Merawat Pasien Kanker di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru


Faunda Liswijayanti


Topic

#kanker, #serviks, #vaksin, #hpv

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?