Health & Diet
5 Tip Menjaga Kesehatan Anak di Tengah Potensi Gelombang Kedua COVID-19

29 Jun 2021


Foto: Freepik


Berdasarkan data yang dihimpun oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebanyak 12,5% dari kasus positif COVID-19 Indonesia merupakan anak usia 0-18 tahun, dengan 3-5% dari anak yang positif COVID-19 meninggal dunia dan 50% diantaranya adalah balita. Indonesia pun tergolong salah satu negara yang mencatat tingkat kematian anak akibat COVID-19 tertinggi di dunia. Lonjakan angka ini ditenggarai akibat masuknya varian Delta ke Indonesia. 

Pada Mei 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa varian delta atau B1.617.2 yang pertama kali ditemukan di India sebagai varian of concern (VOC) dari sebelumnya hanya berstatus varian of interest (VOI). Artinya, varian tersebut termasuk jenis virus corona yang mengkhawatirkan karena lebih mudah menular. Berdasarkan gejala yang diamati pada pasien di India, varian ini menyebabkan gejala ringan hingga berat, mulai dari mual hingga pembekuan darah. 

Lantas apakah benar anak-anak dideteksi lebih rentan terkena varian baru ini? Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, mengatakan bahwa potensi bahaya dari virus corona jenis delta ini sangat tinggi. Ia juga menyebut jika jenis ini justru banyak menyerang anak-anak muda. Bahkan, serangan yang terjadi dapat langsung menimbulkan dampak dengan gejala berat, dimana saat alami gejala berat, tingkat kesembuhannya pun menjadi lebih kecil. 

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto mengatakan, salah satu bentuk perlindungan yang terampuh saat ini adalah dengan melindungi orang dewasa di lingkungan anak-anak dengan vaksinasi COVID-19, seperti dikutip dari rilis yang dikirimkan Halodoc kepada femina. 

Maraknya kasus positif COVID-19 pada anak-anak ini perlu menjadi perhatian lebih bagi orang tua. Lakukan 4 hal ini untuk mengurangi potensi paparan COVID-19 pada anak: 

  1. Membatasi anak untuk melakukan aktivitas di luar rumah dan menghindari kerumunan di ruang publik.
  2. Jika terpaksa membawa anak keluar rumah, anak 2-18 tahun wajib menggunakan masker dan menerapkan jarak fisik 2 meter dengan orang-orang lainnya. Jika memungkinkan, kenakan face shield sebagai bentuk perlindungan maksimal. Biasakan anak dengan protokol kesehatan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
  3. Berikan pengertian kepada anak untuk tidak terlalu sering memegang mulut, mata, dan hidung. Jika baru pulang dari luar rumah, segera mandi dan bersihkan barang-barang. Ajarkan juga kebiasaan menutup mulut dengan siku bagian dalam saat bersih dan batuk
  4. Jauhkan anggota keluarga yang sakit dari anak, bila perlu lakukan isolasi pada anak untuk menjauhkan diri dari kerabat yang sedang sakit tersebut dan menghindari risiko paparan penyakit.
  5. Terapkan pola hidup sehat dengan memberikan makanan kaya gizi dan vitamin, perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar, serta ajak anak untuk tetap aktif berolahraga di lingkungan rumah. (f) 

Baca Juga: 
Tren Kasus COVID-19 Pada Anak Meningkat, Ini Gejala yang Orang Tua Perlu Waspada
Presiden Joko Widodo Umumkan Vaksinasi Anak Usia 12 hingga 17 Tahun Segera Dimulai
Virus Corona Varian Delta Makin Mengkhawatirkan, Masyarakat Disarankan Pakai Masker Dobel


 

Faunda Liswijayanti


Topic

#covid19, #corona, #anak, #kesehatananak

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?