
Foto: Pixabay
Pada saat berpuasa, tubuh kita tidak diisi dengan nutrisi selama hampir 14 jam. Menurut Ketua Departemen Ilmu Gizi RSCM FKUI, dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK, puasa akan berefek pada kesehatan seperti berat badan, tekanan darah, kadar lipid darah, kadar gula darah, dan status hidrasi.
Orang yang berpuasa perlu mengetahui pembagian porsi makan untuk menyesuaikan kembali kebutuhan yang masuk ke dalam tubuh serta untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Ini cara membagi porsi makan yang ideal selama puasa yang bisa Anda coba sesuai saran dr. Fiastuti di Jakarta di temu media Betadine beberapa waktu lalu.
1/ Sahur 40%
Pastikan menu sahur Anda mengandung karbohidrat dan protein. Tambahkan sayur dan buah, serta makanan kecil sebelum imsak.
Minum air sebanyak 2-3 gelas dengan suhu yang sesuai dengan suhu tubuh orang dewasa normal 37 derajat celcius. Hindari minuman manis, karena akan memicu cepat timbulnya rasa lapar.
2/ Buka 50%
Mengonsumsi makanan dan minuman yang manis ketika berbuka sangat penting untuk menggantikan kadar gula dalam darah yang hilang selama berpuasa sehari penuh.
Menu berbuka yang pas adalah makanan lengkap atau besar yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Lengkapi dengan makanan kecil dan minum air 3-4 gelas. Pastikan suhu minuman Anda sesuai dengan suhu tubuh manusia. Hindari minuman yang terlalu dingin.
3/ Setelah Tarawih 10 %
Banyak orang menerapkan setelah Tarawih adalah saat untuk ‘balas dendam’ yaitu mengonsumsi makanan sebanyak mungkin. Ternyata ini salah.
Setelah tarawih, Anda cukup makan makanan kecil saja, serta minum air sebanyak 1-2 gelas. (f)
Baca Juga:
Benarkah Daging Ayam Mengandung Hormon?
Jangan Salah Pilih Makanan Saat Berbuka Puasa, Cek 6 Trik Ini!
Praktis! 10 Sajian Berbuka yang Semakin Enak Disantap Saat Sahur
6 Inspirasi Busana Muslim untuk Hari Raya dari Surabaya Fashion Parade
Cara Sehat Mengolah Menu Puasa
Topic
#puasadanlebaran, #nutrisi, #diet


