Food Trend
Tren Clean Label Pada Kemasan, Wirausaha Makanan Perlu Baca Ini

3 Mar 2021


Baca kemasan agar paham isi produk. (dok.Shutterstock)

Pandemi yang tak ketahuan ujungnya mengubah gaya hidup, termasuk dalam pilihan berbelanja makanan dan minuman. 
 
Tak lagi jor-joran shopping pakaian berpergian, konsumen menggeserkan pengeluarannya untuk santapan yang lebih natural. Salah satu caranya dengan membaca lebih cermat label pada kemasan makanan.

Pekan lalu, Re.juve menggelar talkshow edukatif tentang konsep clean label. Menarik, karena femina melihat betapa berlombanya produk-produk makanan dan minuman di luar negeri menerapkan ini.
 
Lantas, apakah nilai-nilai dibalik konsep ini? 
 
Dalam webinar berjudul “Protecting Your Family with Natural Nutrients from Clean Label Products”, merek cold press juice tersebut berbagi cerita tentang konsep clean label yang sudah diadaptasinya sejak awal itu. 
 
Pembicara utama Richard Anthony, CEO dan Presiden Direktur Re.juve, didampingi oleh dr. Sylvia Irawati, M.Gizi, serta Rina Faqih, pegiat gaya hidup sehat.
 
“Beberapa kriteria utama produk berbasis clean label, yaitu honesty and transparency terkait bahan dan proses pembuatan suatu produk,” ujar Richard. Brand-nya disebutkan yang pertama menjalaninya secara sungguh-sungguh di Indonesia, dan berupaya konsisten dalam menjalaninya.  


Tanya-tanya prinsip clean label di webinar.
 
Prinsip clean label mensyaratkan suatu produk untuk terbuat dari bahan-bahan alami. Artinya, produk tidak melibatkan bahan artifisial dan minim proses. Serta, proses pengolahannya perlu diinformasikan secara transparan pada narasi kemasan. 
 
Konsumen yang penasaran dan mau tahu lebih lanjut harus terinfo dengan alamat-alamat platform tempat cerita tentang clean label berkumpul. Maka, website atau media sosial perlu dicantumkan. 
 
Meski tidak tergolong baru, istilah ‘clean label’ belum populer di Indonesia. Padahal, standar clean label bisa membuat konsumen tidak was-was. Mereka bisa lebih pede berbelanja karena sang produk punya narasi yang baik tentang transparansi dari hulu ke hilir.

Sambung Richard, produk-produk yang lezat, sehat, dan jujur perlu perlu jadi integritas. What you see is what you get, yang artinya tidak ada bahan yang  disembunyikan. Re.juve sendiri terbuat dari 100% sayuran organik dan buah bebas pestisida dan bebas lilin. Mayoritas dari perkebunan lokal.


Jika prosesnya higienis, sampaikan pada label kemasan. (Dok.Reju.ve)
 
“Kami juga melihat bahwa fokus industri pangan dan minuman di Indonesia sudah mulai mengarah ke produk yang lebih sehat, terutama karena makanan dan minuman yang dibuat dari 100% bahan-bahan alami diyakini lebih baik untuk kesehatan tubuh karena kaya nutrisi alami, selain tentunya juga lebih aman,” lanjutnya, berbagi pengamatan.
 
Transparansi didukung brand ini dengan program factory visit. Mimpinya, pandemi segera usai agar pabrik bersertifikasi HACCP  ini menjadi tujuan belajar konsumen. 

Di Indonesia yang punya sumber pangan berkualitas, brand-baru bisa mengambil kesempatan ini. 


Nyatanya, sejumlah brand bahan makanan dan produk jadi favorit femina lihai dalam ‘memasarkan’ kelebihan ini pada kemasannya. Membaca label jadi sama menariknya dengan menikmati cita rasa produk. 

Apakah Anda golongan yang rajin baca label? Jika ya, berharaplah tren ini segera diadaptasi banyak lagi brand lokal yang baik. Tuntutan konsumen untuk tahu lebih bisa mendorong brand dalam menjalankan transparansi produknya. 

Atau, Anda justru pemilik brand F&B yang ingin scale up? Cek kemasan Anda. Apakah sudah menginformasikan aset-aset bahan baku Anda yang selama ini berkualitas? (f)
 

 

Baca juga: 
Mi Samyang Resmi Mengantongi Sertifikat Halal MUI
Resep Kimchi Pancake. Gampang dan Enak
IG Live @feminaMagazine, Jumat 27 November 2020: Crispy Chicken with Samyang Green

 
 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?