Food Trend
Tradisi Makan Bersama Sudah Langka, Benarkah?

19 Dec 2017

Foto: AY
 
Kemudahan memesan makanan secara online menjadi kemajuan di era digital. Namun, di lain sisi, hal ini bisa membuat anak-anak jarang menyentuh hidangan ibu, diiringi tradisi makan bersama yang perlahan luntur. Akibatnya, tidak terjadi relasi dan keberlangsungan norma dan nilai yang biasanya diturunkan orang tua.

Pergeseran ini menarik perhatian Femina di edisi ulang tahunnya yang ke 45 dan menjadi ulasan utama di halaman boga. Tria Nuragustina, penulis boga femina, membawanya sebagai topik diskusi yang berlangsung di Plaza Indonesia, November lalu.

Talk show ringan yang dipandu Isyana Atiningmas, penulis boga femina, itu mengambil celah di acara inti Cooking Masterclass oleh Syaiful Bahri (Executive Chef Keraton at The Plaza, a Luxury Collection Hotel, Jakarta) dan Candra Pernasa Sudirgo (Chef de Cuisine La Moda).

“Kedekatan kita dengan mesin pencari data juga membuat pencarian resep lebih praktis. Semua tinggal tanya Mbah Google. Ingat, ‘kan, bagaimana kita dulu selalu bertanya pada Ibu atau mengangkat telepon dan mencari jawaban dari ujung sana?” ujar Tria. Ia adalah penulis artikel berjudul Yang Hilang dan Datang di Dapur Modern, itu.

Tria juga menyinggung tentang eksistensi resep warisan keluarga. “Apakah masih banyak seperti dulu, atau mulai langka karena semua orang mencari resep orang lain di Google?“ ujarnya, memancing keprihatinan penonton yang sebagian besarnya adalah wanita.

Salah satu peserta berbagi pengalaman dirinya. “Kalau di rumah saya masih berlangsung tradisi makan bareng bersama anak. Saya juga masih meracik masakan yang resepnya diturunkan oleh Ibu,” ujarnya, kepada editor boga femina yang menjadi MC, Isyana Atiningmas.

Food talk diselingi santap siang dari tim restoran Bengawan yang terletak di lantai tujuh hotel mewah itu. Sejumlah tamu yang merupakan anggota Plaza Indonesia Privilege Card juga tak segan mendatangi meja peraga dan melihat langsung pembuatan Salmon en Croute.

 “Selain penampilannya mewah, pembuatannya pun ternyata tidak sulit asal bahan dan langkah-langkahnya diikuti dengan cermat,” ujar Syaiful yang lalu diamini sebagian peserta.

Bagi-bagi ilmu ini menjadi bagian dari program Flavors of the World yang digelar selama bulan November di Plaza Indonesia. Masterclass ini, bersama sesi acara-acara kuliner lainnya didesain sebagai aktivitas seru untuk anggota membership.  

Igo Frans, Executive Pastry Chef Keraton Jakarta, turut tampil ke hadapan tamu dan membuat dessert apik, Limone Sweet and Almond Crumble. Di sesi akhir, Ia menantang beberapa tamu undangan dalam lomba dessert plating yang memperebutkan voucher Keraton Spa dari Keraton at The Plaza, a Luxury Collection Hotel, Jakarta. (f)


Topic

#plazaindonesia, #flavorsoftheworld

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?