Food Trend
Selepas Masterchef, Degan Septoadji Beri Sentuhan Dinginnya di Sini!

21 Nov 2017

Makanan menjadi salah satu hal penting dalam melengkapi identitas sebuah hotel.
 
Begitu pula hal yang disadari oleh Padma Hotels.
 
Baru-baru saja, salah satu chef terbaik yang dimiliki negeri ini, Degan Septoadji, direkrut sebagai Corporate Executive Chef grup tersebut.
 
Kemampuan dalam mengolah makanan Indonesia ke dalam tampilan dan tekstur baru membawanya sebagai pengatur poros menu di semua hotel di bawah jaringan Padma Hotels.  
 
Ini berarti tak hanya bertanggung jawab menata ulang menu di satu restoran, tantangan chef Degan menyebar ke dalam bentuk melihat ulang sejumlah hidangan di outlet-outlet hotel, termasuk menu room service, di Padma Ubud, Padma Legian, Padma Bandung, dan Resinda Hotel Karawang.
 
Yohannes Hutaurauk, Corporate Director of Marketing &Communications, Padma Hotels, melihat talenta Degan sebagai hal yang relevan dengan naiknya penghargaan publik terhadap kuliner negeri sendiri.
 
“Kami gembira memiliki chef Degan sebagai bagian dari tim. Petualangan kuliner yang menarik menanti Anda!” ujar Director of Operations Padma Hotels, Tjipjanto Soerjanto, dari rilis.
 
Sejumlah program kuliner dirancang Padma Hotels untuk memberikan kesempatan pada publik mencoba hidangan sang chef. Ini antara lain diadakannya buffet dan set menu dinner karya Degan, hingga farm-to-table experience.
 
Sebagai bagian terkahir dari program perkenalannya ke publik, diadakan Starry Nights with Chef Degan, dua sesi dinner yang menampilkan set menu karya chef Degan di The Oryza Restaurant, Resinda Hotel Karawang.
 
Hotel premium di area berkembang di Jawa Barat itu mengawalinya dengan demo masak, memberikan kesempatan bagi tamu untuk bertatap muka dengan mantan juri MasterChef Indonesia tersebut. Walau singkat, demo berlangsung sebagai momen sarat tanya jawab dan kesempatan bercakap-cakap tanpa jarak.
 
Set menu yang dijual seharga Rp260.000++ ini diawali salad udang ketumbar dengan manis pedas yang membangunkan indera cecap. Ini disambung dengan seporsi main course berupa Salmon Lodeh khas Degan, menggunakan salmon dari perairan Norwegia dan kuah bersantan yang padat bumbu.
 
Opsi hidangan utama lainnya, beef short ribs dengan siraman pekat kuah rawon, sebuah interpretasi Degan terhadap rawon klasik yang biasanya dimakan bersama nasi putih.
 
Jangan bayangkan daging sapi yang alot. Hanya dengan sekali gerakan memotong yang lembut, daging memperlihatkan tingkat keempukannya. Alih-alih menjadi sebuah lauk yang ‘berat, mengingat makan malam disajikan dalam gaya barat diawali pembuka, Degan mengubah rawon menjadi refined. Bersantap steak rasa Indonesia.
 
Untuk penutup, rujak yang ditata atraktif, mengandalkan bentuk-bentuk alami buah tropis yang ditambahkan sorbet rasa asam jawa. Pedas-manis saus gula jawa bertemu dinginya sorbet beku, mengingatkan kita dengan sensasi jajan rujak es krim khas Yogya!
 
“Padma Hotels punya misi mempromosikan kebudayaan Indonesia. Saya pun punya passion mempromosikan makanan Indonesia di dalam dan luar negeri. It goes hand in hand. Makanan Indonesia bisa dipresentasikan secara global. Saya tidak mau membilangnya modern, melainkan sebuah bentuk global presentation. Masakan kita sebetulnya sudah sangat kompetitif dengan masakan lain. Downside-nya, promosinya kurang”, ujar Degan.
 
Penanganan Padma Hotels terhadap makanannya menjadi langkah penuh kesadaran terhadap apa yang sedang terjadi di negeri ini. Indonesia tidak mau lagi berlama-lama bersembunyi di balik serangan budaya barat di meja makannya. Kultur menguat dalam berbagai segi, dan Padma Hotels telah memilih dengan tepat sosok untuk memolesnya. (f)
 
 
 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?