Food Trend
Mari Elka dan Chef Vindex Tengker Buka Restoran Indonesia di Los Angeles

18 Oct 2017


Mari Elka Pangestu, salah satu pendiri Kasih - Contemporer Indonesian Dining.

Di daerah downtown Los Angeles yang berkembang pesat dan multikultur, lekas berdiri Kasih - Contemporer Indonesian Dining, sebuah restoran Indonesia yang dikelola oleh nama-nama besar di Indonesia.
 
Tokoh ekonomi Mari Elka Pangestu, Chef Vindex Tengker, dan Perusahaan Artha Graha, menyatukan kekuatannya untuk memetakan concern terbesar saat ini: Membesarkan gaung makanan Indonesia di mata dunia.
 
Fakta bahwa jumlah restoran Indonesia kalah jauh dengan dibandingkan restoran Thailand dan Vietnam di luar negeri, menjadi salah satu alasan yang membulatkan niat mereka untuk membuka restoran ini.

"Makanan Indonesia juga layak saing!" ucap Mari Elka, menegaskan.
 
Baca juga : Restoran Chef Vindex Tengker Siap Buka Desember ini di Los Angeles!

Femina berbincang dengan wanita yang juga penyuka masak itu selepas acara food tasting Kasih - Contemporer Indonesian Dining yang diadakan di restoran Roemah Toean Pe, Jakarta.
 
Sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI dan Menteri Pariwisata RI ini bercerita mengenai latar belakang dari proyek yang siap diluncurkan ke publik Los Angeles, Desember nanti, itu.
 
T : Apa yang meletupkan ide dimulainya restoran ini?
J : Di masa menjabat sebagai Menteri Pariwisata, 30 kuliner IKTI (Ikon Kuliner Tradisional Indonesia) adalah salah satu program yang saya usung untuk ditampilkan di acara-acara besar di mancanegara.
 
Saya mendapati bahwa diplomasi melalui kuliner sangat ampuh, terbukti dengan kesuksesan Malam Indonesia di Davos World Economic Forum.  Indonesian food mendapat predikat good food sehingga dijadikan agenda reguler.
 
Melihat fakta tersebut, saya bersama beberapa teman, lantas memikirkan untuk membuka wadah promosi masakan Indonesia lebih dalam melalui Kasih - Contemporer Indonesian Dining.
 
T : Mengapa Los Angeles?
J : Gaya hidup di Los Angeles yang concern akan makanan sehat dan sifat kotanya yang kosmopolitan, bisa menjadi parameter yang baik untuk melihat keberhasilan suatu restoran.

Cocok untuk fokus kami yang ingin mempromosikan makanan Indonesia. 
 
T : Mengapa Anda menilai Chef Vindex adalah orang yang tepat untuk ini?
J : Selain memiliki pengalaman dan rekam karier kuliner yang sangat mengagumkan, saya sudah pernah bekerja dengannya saat menyusun IKTI.  
 
T: Mengapa dinamakan Kasih - Contemporer Indonesian Dining?
J: Ketika bermacam-macam perdebatan dan usulan nama dilontarkan, salah seorang teman yang warga asing mengusulkan nama Kasih karena selalu teringat ucapan ‘Terima Kasih’!
 
Setelah melalui survei kecil-kecilan, nama ‘Kasih’ juga menduduki peringkat tertinggi dibandingkan usulan nama lainnya. Nama itu juga pas dengan kemauan kami akan sesuatu yang simpel dan mudah diingat.
 
T : Sejauh ini, apa tantangan besar mendirikan restoran?
J : Ada dua hal yang harus dipenuhi, yakni bagaimana menciptakan masakan Indonesia dengan rasa autentik dan dapat diterima oleh masyarakat mancanegara, tapi juga dapat mengobati rasa kangen orang Indonesia yang sedang berada di luar negeri.
 
Sebagaimana kita tahu, masakan Indonesia cenderung kurang menggoda secara penampilan. Sebagai salah satu kiat, kami mengandalkan wadah penyajian. Kami menggunakan keramik lokal dari Kevala, Bali.
  
 T : Berbicara mengenai makanan Indonesia, apa kesukaan Anda?
J : Saya menyukai makanan dengan karakter ringan, pedas, dan asam seperti Asam Patin.

Untuk pencuci mulut, Klapertaart dan aneka es! Keduanya selalu sukar saya tolak! (f)
 

Dwi Ayu Novaria Nainggolan


Topic

#marielkapangestu, #kasih, #restoranindonesia

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.