
Foto: Fotosearch. Ilustrasi: Petty Galuh
Menurut Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, Guru Besar Tetap Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor, hilangnya nutrisi pada buah dan sayur dapat dikurangi lewat kiat penyimpanan yang benar. Umumnya lemari pendingin rumah tangga bersuhu 0° - 10° C, dengan rata-rata suhu 4,5° C. Tidak semua sayur dan buah bisa disimpan dalam lemari pendingin. Apel, jeruk, pir, kubis, dan wortel memerlukan suhu penyimpanan antara 0° - 3° C, jadi cocok disimpan dalam lemari pendingin. Sebaliknya, mangga, nanas, tomat hijau, atau tomat matang sebaiknya disimpan antara suhu 10° - 30° C.
Menyimpan di atas suhu yang dianjurkan dapat menyebabkan buah mudah busuk. Sebaliknya, jika di bawah suhu yang dianjurkan, buah dan sayur akan mengalami chilling injury, atau kerusakan akibat suhu dingin. Buah pisang dan avokad akan mengalami chilling injury berupa warna kecokelatan pada daging buah, jika disimpan di bawah suhu 7,5º C. Simpan selalu bahan segar di bagian bawah lemari pendingin untuk menghindari chilling injury. Fluktuasi suhu di bagian bawah tidak terlalu tajam dan tidak terkena langsung embusan udara dingin.
Penyimpanan buah dan sayur sebaiknya menggunakan wadah plastik khusus yang saat ini mudah diperoleh. Kertas koran dapat menyerap air dari hasil penguapan di permukaan bahan segar. Sehingga, tidak terjadi kondensasi yang dapat mempercepat pembusukan, terutama untuk sayuran berdaun.
Penggunaan kertas koran tidak dianjurkan karena kandungan logam berat yang terkandung dalam tinta. Kertas koran diperbolehkan sebagai bahan pembungkus hanya untuk sayuran dan buah yang kulitnya bisa dikupas. Gunakan kertas merang --biasanya dijual di toko kelontong-- sebagai pengganti kertas koran. (f)
Topic
#MembungkusBuah




