Food Trend
Inovasi Berdasarkan Permintaan Pelanggan Jadi Kunci Sukses Bisnis Nasi Kekinian

6 Dec 2017


Foto: Dok. Femina

Apa ya, menu untuk acara reunian nanti? “Ngeliwet aja,” salah satu jawaban yang terlontar dari sahabat femina. Gaya makan lesehan sambil ngeriung yang hangat sejak tahun lalu ini memang mudah disukai. Berbagai lini masa dipenuhi dengan foto-foto liwetan, beradu kemeriahan. Liwet kekinian yang disambut sebagai peluang menjanjikan.

Meski peminat katering nasi banyak, jangan lantas berpikir usaha ini akan berjalan mulus dengan sendirinya. Selain kewajiban menjaga kualitas makanan, inovasi harus dijalankan . Salah satu yang menarik mata femina saat menelusuri akun Instagram Nasi Bagoes adalah menu Hantaran Rantang Vintage.

“Idenya muncul saat Ibu bercerita tentang kebiasan orang zaman dulu yang sering mengirim rantang,” ucap Nike Kurnia, istri chef Degan, tentang katering Nasi Bagoes yang dibangun mereka, di akhir tahun 2016.

Foto: Hantaran Rantang Vintage
 
 Mengasyikkan rasanya, membuka satu demi satu rantang dan menebak apa yang ada dalam tiap susunnya. Nike dan Degan juga mencoba menawarkan hantaran mewah dalam wadah Bali. Wadah ini adalah hasil hunting di Bali. Nasi naik kelas!
 
Mengetahui mantan Executive Chef Banyan Tree Bangkok tersebut adalah sosok di belakang Nasi Bagoes, bermunculan tipe pelanggan yang meminta hidangan yang diketahui menjadi spesialiasi chef Degan. Salah satunya canape Nusantara. Rasanya lokal walau punya tampilan kelas restoran premium. “Akhirnya, nasi Bagoes melayani special order, asalkan tidak mendadak, kami siap melayani" , ujar Nike.
 

Foto: Nasi Kepel MamaThia
 
Berinovasi berdasarkan permintaan pelanggan memang paling mudah dilakukan. Idenya sudah ada, tinggal bagaimana mewujudkannya. Yang paling sederhana, Nasi Kepel Milik Cythia yang kini hadir dalam ukuran jumbo. ”Mbak, saya suka banget sama Pampis Ikan di nasi kepelnya. Enggak jual lauknya aja ya?” cerita Cynthia Lamusu, mengenang pertanyaan salah satu pelanggan.
 
Rayuan ini, dan banyak masukan lainnya dari pelanggan untuk menjual lauk saja, ia wujudkan setelah menemukan pengemasan yang dinilainya ideal. Food truck menjadi pilihan Cynthia sebagai pengembangan usaha, bermula dari seringnya Dapur Mama Thia mengisi bazar. Langkah ini membuatnya mudah dalam memamerkan menu yang lebih komplet.


Foto: Nasi Uduk Anak
 
Mengambil pangsa pasar yang belum digarap kompetitor juga menjadi strategi memperluas bisnis. Selama ini, yang asyik bergembira dengan acara liwetan umumnya orang dewasa. Lalu, bagaimana dengan anak-anak?
 
Supaya para pelanggan kecil juga bisa merasakan kemeriahan ini, Eyie, pemilik Ngeliwet by Ala-ala, menciptakan gaya ngeliwet dengan menu Nasi Uduk untuk anak-anak. Lengkap dengan dekorasi warna-warni dan piring yang disukai anak-anak. Ini cocok bagi anak-anak memang suka berkumpul. Alternatif makanan pesta anak yang lebih bergaya Indonesia!
 
Walau pasar usaha katering nasi sangat luas, hal-hal penting dalam menjalankan usaha haruslah tetap dijalani. Di tengah tren, bisnis memang bermunculan, lalu tenggelam. Berada di samping sang suami dalam menjalani bisnis restoran besar hingga katering, Nike berbagi kiat. “Jaga kualitas, jangan malu, dan jangan cepat putus asa.” (f)
 

Isyana Atiningmas


Topic

#bisnisnasi

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.