Food Trend
Dapur Keluarga Indonesia Berubah Status

28 May 2020


Foto: Shutterstock
 

Dapur sebagai bagian penting dari sebuah rumah di Indonesia memiliki kisah yang menarik. Memang belum ada yang menuliskan sejarah dan perkembangannya dari zaman kerajaan hingga era digital kini. Yang pasti, saat ini dapur mendapatkan tempat spesial di setiap rumah tangga modern, Tidak terkecuali di Indonesia.

Puluhan tahun lalu, dapur kerap dibuat tersembunyi di bagian belakang rumah. Sebagai tempat membuat makanan, dapur diibaratkan sebagai lokasi di ‘belakang layar’. Proses memasak, terutama masakan tradisional yang memerlukan waktu dan tenaga yang cukup banyak, tidak sebaiknya dipertontonkan.

Jika dirunut, cara memasak zaman dahulu yang menggunakan kayu bakar dan penuh jelaga, membuat image dapur melekat dengan kata ‘kotor’. Mungkin itu sebabnya denah rumah kuno masih menyembunyikan kehadiran dapur dari pusat kegiatan keluarga. Bahkan, tidak jarang rumah yang memisahkan bangunan dapur dengan rumah utama.

Seiring bergulirnya waktu, budaya Barat yang lebih dulu menjadikan dapur sebagai bagian dari pusat aktvitas keluarga, mempengaruhi gaya dapur di Indonesia. Resep dan gaya memasak Barat yang lebih bersih kian diminati. Desain yang menggabungkan area dapur dan area keluarga pun diadopsi. Tapi, keinginan untuk mempertontonkan dapur yang selalu bersih tak sejalan dengan kebiasaan memasak orang Indonesia dengan segunung bumbu dan peralatan.

Alhasil, dibuatlah desain rumah dengan dua area dapur; dapur bersih dan dapur kotor. Dapur kotor digunakan untuk memasak hidangan harian (biasanya dilakukan oleh para asisten rumah tangga), sedangkan dapur bersih digunakan sesekali untuk masak simpel atau sedang menjamu tamu.

Memiliki dapur cantik menjadi kepuasan pribadi dan memiliki nilai prestis. Jadi, apakah  memungkinkan hanya memiliki satu dapur fungsional yang selalu bersih? Dan bisakah dapur ini benar menjadi heart of the house seperti di Barat? “Tren di perkotaan saat ini memang menuju ke sana,” ungkap Ruth Maria, Desainer Interior Dekoruma.

Dunia kuliner yang naik daun sekitar satu dekade lalu, membuat masyarakat tergerak untuk mulai masak sendiri di rumah. Dapur yang nyaman dan fungional menjadi impian mereka yang sedang mempersiapkan rumah barunya. Ruth juga mengatakan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan menjadi alasan besar mengapa desain dapur rumah kini menyatu dengan ruang keluarga dengan seluruh aktivitasnya.

Desain compact  yang space-saving & multifungsi ini diterapkan oleh para pembangun apartemen dan perumahan modern saat ini. Meja makan yang menyatu dengan dapur atau kitchen island yang sekaligus menjadi meja hidang, menjadi pusat kegiatan di rumah.

Saat anak-anak belajar atau bermain, ibu dapat mengawasi dan berinteraksi sambil memasak di dapur. Menjamu tamu dengan sajian rumahan yang dibuat langsung di dapur sendiri menjadi lumrah dan bergaya. Penataan yang ringkas bukan berarti mengorbankan fungsi dapur dan mengurangi kenyamanan ruang keluarga.

Teknologi dan inovasi yang kian canggih meminimalkan jumlah alat dapur yang digunakan. Pilihan material bahan bangunan untuk dapur dan aksesorisnya kian beragam dengan harga yang kian terjangkau. “Ini membuat tampilan dapur idaman seperti di Pinterest bisa diwujudkan dengan budget yang disesuaikan,” tambah Ruth.


Baca juga:
Berapa Lama Daging Dapat Bertahan Dalam Freezer?
Lawan COVID-19 dengan Mengonsumsi Buah-Buahan Tinggi Vitamin C Ini

 


Topic

#dapurmodern, #dapur

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?