Food Trend
Apa Itu Burger Kelas Gourmet?

5 Jan 2018

Burger bisa berevolusi menjadi hidangan gourmet di tangan para chef. Kecepatan saji dan volume produksi tidak menjadi yang utama. Alih-alih menggunakan daging beku yang dibuat dalam skala besar, atau saus pabrikan, para chef menentukan sendiri produsen bahannya yang antara lain organik dan bercita rasa unik.
 
Yang dituju, messy burger yang terbuat dari bahan-bahan pilihan. “Ya, jikapun Anda harus makan makanan berlemak, konsumsi yang setidaknya yang dibuat dari bahan-bahan sejati, yang tidak mengandung bahan pengawet, tanpa pewarna, dan organik,” ujar Daniel Wilson, chef-owner Huxtaburger, di tengah kunjungannya sebagai guest chef di acara Chef Daniel Wilson Takeover di restoran Social House, Grand Indonesia.
 
Daniel adalah salah satu nama yang diburu jika Anda mencari burger nikmat di Melbourne. Pria asli New Zealand ini lulusan sekolah memasak di Michigan, lalu berkelana sebagai chef, hingga akhirnya menetap di Melbourne dan mengembangkan restoran Huxtaburger yang hip karena gourmet burger-nya.
 
Untuk beef patty, ia menggunakan grass-fed beef, yakni jenis daging sapi yang hidup tanpa suntikan hormon, mencari pakan alaminya dari rumput-rumput organik di daerah dingin Australia, dan hidup leluasa tanpa berdesak-desakan di dalam kandang. Sapi-sapi yang telah mengarungi kehidupan layak.
 
Tekstur sayuran dalam setangkup bun-nya renyah, organik tentunya. “Penting pula untuk membuat bun-nya secara mandiri. Dengan ini, para chef dapat memastikan hanya mentega prima yang digunakan, jumlah telur yang tidak dikurang-kurangi, dan tidak melibatkan bahan pengawet,” sambungnya, tentang roti-roti burger yang mutlak menggunakan versi fresh from the oven.
 
Rasa-rasa global lumrah ditemui dalam saus, tak semata mayones yang membosankan. Sebut saja aiolo, saus sriracha, pesto, chipotle mayo, hingga chutney sekalipun.
 
Femina kala itu mencoba sejumlah koleksinya dalam tasting portion yang dibagi dalam lima course. Ia hadir di Jakarta atas undangan Jakarta Culinary Feastival 2017, sebuah festival kuliner 3 hari karya Ismaya. Social House adalah salah satu restoran yang berada di bawah grup Ismaya. Program Chef Daniel Wilson Takeover berlangsung selama dua minggu di sini, agar publik bisa merasakan gourmet burger karya Daniel walau festival telah berakhir.
 
Aliran hidangan chef Daniel senafas dengan Social House. Hidangan Social House kasual, modern, tidak terlihat pretensius. Namun di balik tampilan hidangan ini adalah bahan-bahan terpilih, yang dipikirkan secara saksama. Selama program berlangsung, pasokan dagingnya didukung oleh Australian Grass-Fed Goodness.
 
Mengutuhkan pengalaman santap femina, hadir sejumlah cocktail yang dibuat dengan sentuhan Absolut Vodka. Dari cocktail yang fruity, beraroma flowery, hingga sour, deretan minumannya mengkomplementer sajian Daniel dengan baik.(f)
 
 

Trifitria Nuragustina


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?