Food Trend
7 Street Food Indonesia Masuk dalam 50 Street Food Masters List Versi World Street Food Congress 2017

7 Jun 2017


Foto: Dok  Femina
 
Street food atau di Indonesia dikenal sebagai jajanan kaki lima menjadi simbol comfort food bagi para pencinta makanan. Setiap negara memiliki jenis-jenis street food andalan mereka yang dijajakan tanpa kemewahan sebuah restoran namun patut dinikmati karena rasanya yang khas. Setiap tahunnya, World Street Food Congress (WSFC) mengumpulkan street food dunia agar bisa dicoba oleh semua orang. Tahun ini, WSFC digelar di Manila, Filipina sejak 31 Mei - 4 Juni lalu.

Panel juri WSFC yang terdiri atas praktisi, penulis, hingga selebritas di dunia kuliner berhasil mengumpulkan 50 street food terbaik yang dijuluki sebagai Top World Street Food Masters. Tentu saja ini cukup sulit mengingat jumlah street food dunia ada lebih dari 10 juta. Di Indonesia saja ada lebih dari 2,5 juta jajanan kaki lima. Pemilihan menu sangat ketat, bukan sekadar soal konsistensi rasa. Kebersihan, pemilihan bahan, persiapan memasak menu, serta kesempatan untuk memperluas lapangan kerja bagi lingkungan juga menjadi elemen penilaian.

Berikut 7 jajanan Indonesia yang masuk ke daftar ini.
 
1/ Ketoprak Ciragil, Jakarta
Ketoprak legendaris ini menjadi favorit di ajang World Street Food Congress 2017! Siapa yang bisa menolak racikan ketupat yang disajikan dengan tahu goreng, bihun, toge, siraman saus kacang dan taburan bawang goreng yang renyah yang klasik? Jika suka, Anda bisa menambah pilihan telur rebus atau telur dadar.

2/ Nasi Campur Ibu Weti, Denpasar
Nasi Campur racikan (alm.) Ibu Weti yang ikonik di Sanur ini selalu dicari oleh para lokal dan turis. Nasi campur biasanya hadir dengan pilihan lauk seperti telur balado, ayam suwir, sate lilit, kulit ayam goreng, dan sambal yang terus membuat para pelanggannya kembali.

3/ Soto Ambengan Pak Sadi, Jakarta
Usaha soto ayam dengan kuah kuning ini berawal dari gerobak sederhana. Tahun 2013, soto ambengan berada di puncak daftar World Street Food Masters, mengalahkan peserta yang lain.

4/ Kupat Tahu Gempol, Bandung
Tahu rebus yang disajikan dengan lontong, toge dan siraman saus kacang ini mirip dengan ketoprak. Bedanya, kupat tahu gempol tidak menggunakan bihun dan konsistensi saus kacang yang lebih kental. Di Bandung, hidangan legendaris ini dicari oleh para pencinta makanan.

5/ Sate Ayam Barokah Haji Basiri, Jakarta
Uniknya, sate ayam ini menggunakan batok kelapa kecil sebagai arang mereka yang memberikan aroma yang khas. Daging ayamnya yang empuk dan juicy disiram dengan saus kacang.

6/ Selingsing Cempaka Warung Babi Guling, Tabanan
Potongan babi guling dengan kulit yang renyah disajikan dengan sosis babi, sayur dan nasi yang bisa dicampur atau dipisah. Di Tabanan, gerai ini mulai buka jam 2 pagi dan bisa habis hanya dalam waktu satu jam!

7/ Martabak Markobar , Jakarta
Gerai martabak milik Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden RI Joko Widodo ini menyajikan martabak berbeda dengan biasanya. Para pengunjung World Street Food Congress 2017  bisa membeli martabak manis dalam keadaan terbuka dan dinikmati seperti pizza. Ada banyak pilihan topping klasik seperti keju susu, cokelat hingga kit kat green tea. (f)

Baca Juga:
52 Jajanan Favorit ada di Festival Ngabuburit La Piazza Kelapa Gading
Manjakan Perut Anda di Menteng Wok Street Food


Daniel Marpaung


Topic

#TrenKuliner

 

polling
Uang Elektronik

Belakangan ini segala transaksi dilakukan secara nontunai. Yap, bisa dibilang kini kita bergantung pada uang elektronik (seperti Flazz - BCA, e-money - Mandiri, hingga BRIZZI - BRI) untuk pembayaran transportasi online, makan di restoran, hingga tol.

Berapa jumlah uang elektronik yang Anda miliki?