Food Story
Sensasi Bersantap Bajamba, Tradisi Leluhur Minang

17 Jul 2018


Alunan musik talempong mengiringi barisan mahasiswa Program Studi Bisnis Perhotelan Universitas Podomoro, sesaat sebelum memasuki area santap Bajamba di acara Pesona Rendang Nusantara, pada (13/7) lalu.

Bajamba, tradisi bersantap ala Minang jadi acara pamungkasnya di sesi Baralek Rendang. Tradisi makan Bajamba diyakini berasal dari Koto Gadang, kabupaten Agam, Sumatra Barat, dan diperkirakan berkembang sejak Islam masuk ke Minangkabau sekitar abad ke-7.

Bajamba umum diadakan saat pelaksanaan pesta-pesta besar seperti pernikahan, pesta adat, ataupun hari-hari besar agama Islam. Sering pula, Bajamba diadakan untuk enjamu tamu penting.

Dalam prosesi ini, para tamu undangan akan duduk melingkar bersama-sama (satu lingkaran diisi oleh 5 hingga 7 orang) sembari menyantap hidangan berupa nasi dan aneka jenis lauk pauk dalam satu piring besar atau talam. Para pria diwajibkan duduk baselo (bersila), sementara para wanita akan duduk bersimpuh.

Sahut-sahutan pantun mulai terdengar oleh pelakon Sutan Bagindo serta Sutan Maharajo, ini tandanya sesaat lagi acara santap yang ditunggu-tunggu akan dimulai!

Harum aroma kayu bakar rupanya sudah membius para tamu undangan jauh sebelum lauk pauk acara Bajamba disajikan.

Reno Andam Suri, pebisnis kuliner Rendang Uni Farah dan penulis buku Rendang Traveler menjadi konsultan acara Bajamba. Alumnus Lomba Wanita Wirausaha Femina itu mendorong para mahasiswa untuk menghadirkan suasana acara Bajamba yang semirip mungkin dengan yang berada di tanah Minang.

Ini terlihat dari hadirnya lima macam rendang, yang khusus dibawa dari berbagai penjuru Sumatra Barat. Tidak hanya rendang daging utuh dan tumbuk (rendang gadih), terdapat juga hidangan rendang pensi (kerang), rendang baluik (belut), rendang telur dengan tekstur layaknya keripik, hingga rendang barek (olahan tepung beras dan gula yang disangrai hingga kering).
 
Aneka Rendang
 
Sesekali, terdengar gelak tawa dan decakan kagum para tamu saat  mengetahui asal muasal cerita pembuatan rendang yang sedang disantap.  

Panganan khas Minang ini secara konsisten menempati hati masyarakat dunia. Makan Bajamba juga lekat dengan nilai-nilai baik seperti penghargaan terhadap orang yang lebih tua, menjadi ajang memupuk tali silaturahmi, dan saling menghormati satu sama lain. Sesi bersantap yang  membuat semua orang larut dalam kebahagiaan. (f)

Baca juga:
Perbedaan Lotek, Karedok, Pecel, dan Gado-Gado
Wisata Kuliner: Dari Gulai Kepala Ikan Hingga Martabak Kubang, Ini 6 Kuliner Padang Wajib Coba


 

Dwi Ayu Novaria Nainggolan


Topic

#pesonarendangnusantara, #bajamba