
Dok.Gucci
Salah satu roti yang paling sulit ditaklukkan pembuatannya adalah panettone, khas Milan, Italia. Di artikel The New York Times, narasumber baker Roy Shvartzapel di San Francisco, menyebutnya “the Mount Everest of baking", saking susahnya!
Masih dari artikel yang sama, Jim Lahey dari toko roti hits Sullivan Street Bakery di New York, menyebut roti khas Natal itu rumit karena melibatkan terlalu banyak teknik.
Baker di Amerika terobsesi membuatnya, dimulai dari langkah seserius mengolah kismis sendiri, meracik mentega sendiri, hingga menggunakan sourdough starter (madre) kesayangan.
Panettone ibaratnya seseorang yang sangat demanding!
Kesabaran, bahan yang tak murah, serta rasa yang 'rich' mewakili roti yang salah satu versi sejarahnya disebutkan berasal dari karya bangsawan Ughetto Atellani. Ia jatuh cinta pada Adalgisa, anak seorang pembuat roti yang miskin bernama Toni. Maka, lahirlah roti baru bernama Pan de Toni (Toni’s Bread) pada pesta pernikahan mereka yang dihadiri oleh Leonardo da Vinci.
Baca sejarah menyenangkan panettone di sini
Label fesyen Gucci dari Italia bahkan tak ketinggalan menjualnya sebagai menu ekslusif.
Luxury brand itu menjualnya di resto Gucci Osteria di Beverly Hills dan di Gucci Garden, Florence. Resto pimpinan maestro dapur Massimo Bottura ini meluncurkannya berbarengan dengan perkenalan takeway menu.
Resepnya bekerjasama dengan toko roti Posillipo Dolce Officina, peraih banyak award kategori panettone. Tersedia rasa klasik (sarat manisan buah) dan cokelat-black cherry, dalam ukuran 500 gram dan 1 kilogram.
Roti dikemas dalam kaleng dengan motif buatan ilustrator Italia, Lukas Palumbo. Warna kalengnya pink. Motif lainnya adalahh pinecone klasik Gucci yang digambar ulang oleh Lukas.
Di AS, varian 1 kg dijual seharga US$150 (sekitar Rp2.116.000). Peminat perlu melakukan PO (personal order) untuk mendapatkan roti Natal ini. (f)
Masih dari artikel yang sama, Jim Lahey dari toko roti hits Sullivan Street Bakery di New York, menyebut roti khas Natal itu rumit karena melibatkan terlalu banyak teknik.
Baker di Amerika terobsesi membuatnya, dimulai dari langkah seserius mengolah kismis sendiri, meracik mentega sendiri, hingga menggunakan sourdough starter (madre) kesayangan.
Panettone ibaratnya seseorang yang sangat demanding!
Kesabaran, bahan yang tak murah, serta rasa yang 'rich' mewakili roti yang salah satu versi sejarahnya disebutkan berasal dari karya bangsawan Ughetto Atellani. Ia jatuh cinta pada Adalgisa, anak seorang pembuat roti yang miskin bernama Toni. Maka, lahirlah roti baru bernama Pan de Toni (Toni’s Bread) pada pesta pernikahan mereka yang dihadiri oleh Leonardo da Vinci.
Baca sejarah menyenangkan panettone di sini
Label fesyen Gucci dari Italia bahkan tak ketinggalan menjualnya sebagai menu ekslusif.
Luxury brand itu menjualnya di resto Gucci Osteria di Beverly Hills dan di Gucci Garden, Florence. Resto pimpinan maestro dapur Massimo Bottura ini meluncurkannya berbarengan dengan perkenalan takeway menu.
Resepnya bekerjasama dengan toko roti Posillipo Dolce Officina, peraih banyak award kategori panettone. Tersedia rasa klasik (sarat manisan buah) dan cokelat-black cherry, dalam ukuran 500 gram dan 1 kilogram.
Roti dikemas dalam kaleng dengan motif buatan ilustrator Italia, Lukas Palumbo. Warna kalengnya pink. Motif lainnya adalahh pinecone klasik Gucci yang digambar ulang oleh Lukas.
Di AS, varian 1 kg dijual seharga US$150 (sekitar Rp2.116.000). Peminat perlu melakukan PO (personal order) untuk mendapatkan roti Natal ini. (f)
Baca juga:
Cara Membuat Karamel Anti Gosong!
Resep Pisang Goreng Madu
#FridayShopping: Loyang Kue Cantik
Trifitria Nuragustina




