Food Story
Mengintip Kemeriahan Imlek di Pasar Petak Sembilan

6 Feb 2019

Pasar-pasar tradisional di daerah pecinan masih berdetak dengan kehidupan warga di satu hari sebelum malam perayaan Imlek. Dekorasi rumah, makanan, baju-baju merah warna hoki, berpindah tangan ke pembeli dengan cepat.

Femina tak ketinggalan merasakan serunya pasar rakyat jelang hari besar di pasar Petak Sembilan di kawasan Glodok, Kota Tua. Kendaraan memadat, menyebabkan kemacetan menuju pasar ikonis ini.

Di antara waktu-waktu berbelanja, warga beristirahat sejenak menyantap jajajan seperti satai padang, roti cane, dan serabi kinca. Makanan di luar jenis masakan Tionghoa ini masih dijajakan, berbeda dengan sebagian besar rumah makan peranakan Tionghoa yang sudah 'cuti', bersiap pesta Imlek di rumah.

Sejumlah rak makanan di toko snack Imlek serba ada mulai kosong. Kebanyakan makanan dijual di muka toko, menarik pembeli di last-minute shopping.


Kue keranjang (nian gao), klasik dibungkus daun pisang, atau yang modern berbungkus plastik. Ada juga yang mini dalam kotak bingkisan. Buah tangan saat silaturahmi. 



Dekorasi gantung seperti kucing hoki, lampion mini, babi kecil, yen pau, nanas emas. 



Baju merah perlambang hoki. Merah juga kerap menjadi simbol kebaikan dan ketulusan hati. Pelafalan kata merah yang dalam Bahasa Mandarin adalah 'hung' identik dengan arti 'makmur'.



Pia, namun disebut sebagai kue moci di stan ini. Dijual di Nam Yang - Kue Moci Glodok, pindahan dari Gedung Gloria.
 


Aneka permen perlu dibeli untuk dibagi ke kerabat-kerabat cilik!



Cokelat bentuk yen pao/ yen pau. Populer jelang imlek. 
 


Kue keranjang bertingkat untuk meja sembahyang, agar rejeki meningkat!



Area belanja baru, dekat eskalator Bata. Lebih lengang dibanding hari-hari sebelumnya karena Imlek hanya tinggal sehari lagi. 



Lapis legit, perloyangnya 200 ribu. Dijual juga potongan 10 ribu. 



Pembuat lapis legit menyebut kuenya tidak terlalu machtig dan bikin eneg. 



Beli manisan, seperti kana, lie merah, kurma, lie kuning, sun thai lie, kim kit ket, dan jeruk kering. Dalam Bahasa Mandarin, jeruk disebut dengan 'Ju' yang memiliki lafalan sama dengan kata yang berarti 'keberuntungan'.



Jeruk bali perlu punya tangkai yang masih menempel, tanda persatuan. Bentuk besar perlambang berkumpulnya keluarga. 



Buah srikaya jadi salah satu syarat di meja sembahyang, bersama pisang raja dua sisir, jeruk besar yang masih ada tangkainya, dan delima. Lainnya, jeruk, apel, pear, anggur, ditata 5 buah per satu piring.



Biasanya dijajakan jenis bunga yang menebarkan keharuman, seperti bunga sedap malam, mawar, krisan, lili, hingga carnation. Bunga segar diyakini akan membawa keceriaan, semangat, dan keberuntungan. 
(f)

 

 


Trifitria Nuragustina


Topic

#niangao, #kuekeranjang, #imlek, #tahunbaru, #tahunbabitanah