Food Story
Kimchi, Dari Simpanan Jadi Makanan Wajib

3 Nov 2019

Foto: pixabay

Untuk mengantisipasi keterbatasan makanan di musim dingin, terutama sayuran, masyarakat Korea mengawetkan bahan makanan, yang kini dikenal sebagai kimchi. 

Kalau Anda pernah ke resto Korea yang kini banyak di Jakarta, Anda kemungkinan hanya mencicipi kimchi yang terbuat dari sawi putih besar atau lobak. Nah, karena kimchi dibuat sebagai cadangan makanan, maka bahan yang digunakan pun tergantung dari bahan makanan yang ada di sekitarnya. Masyarakat yang berada di pesisir pantai akan membuat kimchi dari ikan pollack, rumput laut, abalone, kepiting, dan lain sebagainya. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan akan membuat kimchi dari lobak, sawi, daun perilla, dan lain sebagainya. Jadi, ada banyak sekali jenis kimchi di Korea, seperti dipamerkan dalam acara Seoul Kimchi Festival yang berlangsung awal November ini.

Berlangsung di area Seoul Plaza, festival yang digelar tiap tahun sejak tahun 2014, Seoul Kimchi Festival berusaha mengenalkan kembali tradisi pembuatan kimchi baik kepada masyarakat kota maupun turis manca negara. Untuk itu selama festival diadakan demonstrasi membuat kimchi bersama ahli, belajar membuat kimchi untuk orang asing, belajar membuat kimchi untuk anak-anak, serta membuat kimchi bersama keluarga.

Kimjang atau atau membuat kimchi biasanya dilakukan setahun sekali pada musim gugur untuk persiapan memasuki musim dingin. Tapi di daerah selatan yang lebih hangat dimana panen sayuran lebih cepat, kimjang bisa dilakukan dua kali dalam setahun. Namun di daerah dimana sawi yang biasa dibuat untuk kimchi bisa tetap tumbuh di musim dingin, pembuatan kimchi tidak terasa terlalu diperlukan.   

Yang juga unik, selain pilihan bahan tiap daerah bahkan keluarga punya bumbu berbeda. Pada satu sesi demo, Yoon Mi-wol, seorang kimchi master memperlihatkan beberapa bumbu selain garam, mulai dari pasta udang, buah pir, bawang putih, bubuk cabai, dan lain-lain yang jumlahnya lebih dari 7 jenis. Jadi tidak heran kalau rasa kimchi tidak sama. 

Setelah melihat contoh dari master Yoon, penonton yang mendaftar pun diajak mencoba membuat kimchi dari sawi utuh yang dibagi dua. Saat ini kimchi sawi utuh sangat populer di masyarakat Korea, termasuk dijual dalam kemasan siap saji. Namun, ternyata sesungguhnya jenis kimchi dari sawi utuh ini baru mulai dikenal pada pertengahan abad ke-19, dan baru dibuat massal pada awal abad ke-20. Hingga abad ke-18 yang biasa dibuat adalah sawi yang disobek-sobek atau campuran berbagai bahan. 

Bagi masyarakat Korea, kimchi bukan hanya soal makanana, ia juga bisa jadi sarana penghubung dengan keluarga. Begitu berharganya kimchi, bahkan diproduksi kulkas khusus kimchi. "Bukan agar aroma kimchi yang kuat memengaruhi makanan lain di kulkas, tapi seperti wine, kimchi perlu suhu yang tepat agar rasanya makin enak," ujar Jia Choi yang memandu acara pembuatan kimchi bersama. 

Pada zaman dahulu kimchi biasa disimpan dalam gentong tanah liat atau kayu dan ditanam di dalam tanah agar suhunya terjaga. (f)

Baca Juga:

Awal Mula Kikunae Ikeda Menemukan Umami
Alternatif Susu Untuk Para Lactose Intolerance
7 Minuman Berkhasiat Dari Berbagai Daerah di Indonesia
 


Topic

#foodstory, #kimchi, #koreancorner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?