Food Review
Menggugah Sensasi Rasa di August, Resto Terbaik No.46 di Asia

28 May 2024

Foto: Dok. August

Menunggu menu season terbaru August memiliki sensasi seperti menunggu season baru dari drama terbaik yang telah memborong banyak penghargaan.

Dan menu season terbaru August yaitu season 6 memang sesuai ekspektasi; enak banget (gak perlu ditanya), kompleks (sulit untuk diungkapkan tapi multirasa bermain di palet kita), dan bercita rasa Indonesia secara umum yang dekat di hati.

Beberapa waktu lalu Femina bersama rekan-rekan media menikmati makan malam di August dalam suasana hangat dan menggugah semua pancaindra saat menikmati rangkaian hidangan karya Chef/Owner Hans Christian.

Sambil mengobrol, kami mengawali malam itu dengan beberapa sajian pembuka berukuran sekali suap, namun memuaskan palet kita dengan cita rasa raya. 

Yang pertama adalah Milk Bread mungil, diolesi mentega Nori. Gurihnya roti berlapis nori diteruskan kesegaran Flavor d'Asinan. Sesuai namanya, potongan kulit lumpia berisi asinan ini langsung menyiapkan palet kita untuk cita rasa selanjutnya. Kabarnya asinan modern ini juga favorit Jokowi.

Kiri atas: Milk Bread-Nori, kiri bawah: Mochi Cakalang, kanan: Flavor d'Asinan. Foto: Dok. August, Dok. Femina

Palet mulai tergugah, dan sajian berikutnya tak hanya memuaskan lidah tapi juga tenggorokan: Ayam Pop versi dekonstruktif dipasangkan Sparkling Tea. Bentuk Ayam Pop mirip canapé, namun rasanya membawa kita sejenak ke resto Padang. Sparkling Tea diracik dari teh oolong, jus jambu, kaffir lime, dan soda; unik tapi ingin terus meneguknya.

Petualangan sekali suap belum berakhir. Mochi Cakalang segera jadi favorit kami karena kejutan keju cair saat menggigit bagian tengahnya. Taburan cakalang menyeimbangkan kegurihan yang kita nikmati.

Kiri: Ayam Pop, Sparkling Tea, kanan atas: Tomato-Kalamansi-Smoked Fish, kanan bawah: Rice Galanga Almond. Foto: Dok. Femina, Dok. August

Babak kedua makan malam kami adalah hidangan yang menghadirkan simfoni protein, dimulai dengan Tomato-Kalamansi-Smoked Fish. Kesegaran tomat dan sirop jeruk kalamansi pas dengan ikan kurisi Lombok yang diasap dan jeli dari teh tubruk. Pairing-nya adalah Rice Galanga Almond, beras kencur tipis dengan sentuhan susu almond yang segar sekaligus menghangatkan.

Bicara soal menghangatkan, August kemudian menyajikan Fingerroot Broth-Virgin Coconut Oil-Soymilk yang mirip kembang tahu, dengan bahan tambahan kunci. Sajian ini juga menetralkan palet kita agar lebih optimal menikmati hidangan utama. Pairing-nya adalah Soursop Kombucha; asam, getir, tapi segar, untuk hidangan berikutnya.

Fingerroot Broth-VCO-Soymilk; White Fish-Bilimbi-Ginger Flower. Foto: Dok. Femina, Dok. August

No debat, sih, mengapa White Fish-Bilimbi-Ginger Flower jadi signature menu di August, dan seperti bintang utama drama, selalu ada di setiap season. Lembutnya ikan salju (toothfish) dengan taburan rengginang disempurnakan kuah kaldu kental beraroma kecombrang yang kompleks (saya nambah kaldunya!). Kami satu meja setuju, sepiring nasi hangat adalah jodoh paling tepat.

"August memang tidak menyediakan nasi putih," ujar Budi Cahyadi, Co-Owner & Managing Partner August. "Namun ketika menemukan beras mentik susu di Magelang, dan setelah Chef Hans bereksperimen dengan resep, kami menambahkan menu nasi."

Yang disebut Budi adalah Crab Rice, yang menemani menu protein selanjutnya, Lamb Loin-Caramelized Curry-Kenikir (lamb loin bisa diganti ayam). Wah, Crab Rice ini memang juara; nasinya pulen seperti ketan dengan bulir-bulir mungil, menjadi dasar adonan daging kepiting lembut berbumbu gurih.

Chicken-Caramelized Curry-Kenikir; Crab Rice. Foto: Dok. Femina

Perut mulai penuh, tapi tentu selalu ada ruang untuk dessert. Pencuci mulut pertama dari Pastry Chef Ardika Dwitama adalah Blue Pea-Mulberry-Melon yang asam berujung manis saat disantap sekaligus.

Berikutnya ada Roasted Barley-Banana-Milk Jam, yang tidak terlalu manis. Dessert ini benar-benar memanfaatkan seluruh buah pisang Ambon, termasuk kulitnya yang diolah jadi purée.

Kiri: Blue Pea-Mulberry-Melon, kanan atas: Roasted Barley-Banana-Milk Jam, kanan bawah: Whiskey Choco Truffles, Chamomile Vanilla Bites. Foto: Dok. August, Dok. Chef Ardika Dwitama, Dok. Femina

Menu season 6 diakhiri dessert sekali suap, Chamomile Vanilla Bites (ada teh kamomil yang mengalir saat digigit!) dan Whiskey Choco Truffles

Sejak awal, sajian August yang mengeksplorasi hidangan Nusantara modern berusaha memanfaatkan bahan-bahan lokal, termasuk bekerja sama dengan para penjual kecil agar bisa tumbuh bersama. Namun, mengapa tak ada pedas?

"Sensasi pedas umumnya lingering lebih lama. Dan untuk bersantap beberapa course, rasa pedas bisa mengubah rasa yang lain bagi yang tak biasa," jelas Chef Hans. Tanpa pedas saja pancaindra kita sudah tergugah tak henti, ya....

Baca juga:
Menang Best Restaurant in Indonesia, Ini Tampilan Makanan August
Selamat! August Adalah The Best Restaurant in Indonesia Versi Asia's 50 Best Restaurants
Restoran August Jakarta, Buah Ranum Chef Hans Christian dan Budi Cahyadi
 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?