Food Review
Chibo: Rasa Osaka di Jakarta

31 Aug 2019


Foto: Arief Budiman (@lacinema_id)

Di Jepang, tak ada yang bisa menandingi antusiasme warga Osaka jika berbicara soal makanan. Kota yang dulu dijuluki tenka no daidokoro (dapur negeri) ini bahkan memiliki budaya kuidaore, yang berarti ‘makan sampai jatuh’.
 
Bukan cuma soal makan sepuasnya, letak geografis yang berbatasan dengan laut dan gunung membuat mereka tak kompromi soal kualitas bahan makanan. Tak mengherankan, Osaka menjadi
kiblatnya kuliner Jepang.
 
Jiwa Osaka ini kini hadir di Jakarta bersama Chibo, restoran okonomiyaki dan teppan, yang mulai beroperasi sejak tahun 1973 di Sennichimae, Osaka. Berkat konsistensinya dalam menyajikan sajian lezat dan berkualitas, kini Chibo memiliki 60 cabang di berbagai negeri. “Di bawah payung Jaddi Food, gerai di Gandaria City adalah gerai no pork, no sake, dan no mirin pertamanya,” jelas Imelda Budiman, Marketing Manager Jaddi Food.
 
Okonomiyaki mulai populer sejak Perang Dunia II. Mahalnya harga beras saat itu membuat warga Jepang berkreasi dengan terigu yang lebih ekonomis. Bahan-bahan yang ada dan disuka (okonomi) dicampur jadi satu, kemudian digoreng (yaki).
 
Okonomiyaki selalu dikaitkan dengan Osaka dan Hiroshima. Jika gaya Osaka mencampur semua bahan (kubis, daging, dan sebagainya) dengan adonan tepung, gaya Hiroshima memasukkan mi ke dalam resepnya. Di Chibo, keduanya tersedia.

Foto: Arief Budiman (@lacinema_id)
 
Di sini, femina mencoba best seller Chibo Okonomiyaki yang dimasak dengan gaya Osaka. Potongan daging sapi, ayam, udang, dan cumi-cumi dimasukkan ke dalam adonannya. Agar tetap hangat, okonomiyaki yang sudah dimasak oleh chef diletakkan di atas teppan yang ada di tiap meja hidang. Oles dengan saus, taburi aonori, dan kucuri mayones. Katsuobushi yang ditambahkan di atasnya seolah menari menggoda.
 
Renyah potongan kubis masih terasa dalam adonannya yang lembut. Semua komponen saling melengkapi. Manis gurih saus okonomiyaki ‘mengikat’ semua rasa bahannya. Katsuobushi dan aonori menyumbang semilir aroma ‘laut’ khas masakan Jepang. Mayonesnya beda, sedikit lebih asam. Saus dan mayones homemade ini langsung dikirim dari Jepang demi menjaga keseragaman dan autentisitas rasa di seluruh gerai Chibo.
 
Mau mencoba okonomiyaki gaya Hiroshima? Cheese Yaki direkomendasi. Topping keju mozzarella menjadi daya tariknya. Ada juga Indonesia Okonomiyaki yang khusus dibuat untuk gerai di Indonesia. Ada cabai rawit dan nasi dalam resepnya. Selain memesan okonomiyaki, para ekspatriat yang kerap datang biasanya juga memesan yakisoba.
 
Gyoza di sini unik, bentuknya pipih. Adonan isi gyoza-nya juga tidak menggunakan sawi atau kubis. Dimasak di atas teppan hingga kulitnya crispy. Enak dijadikan camilan. Jika ingin sajian yang lebih spesial, pesan menu teppan, seperti Teppan Tenderloin Steak yang menggunakan daging sapi wagyu. Langsung dimasak saat dipesan. Jika beruntung, duduk di depan meja teppan sang koki. Selain mendapatkan makanan lezat, atraksi chef saat memasak juga menjadi
hiburan tersendiri.


Baca juga:
Di Hotel Luks Ini, Nge-Brunch dengan Tomahawk Steak dan Lobster Sepuasnya
Kilo Kitchen: Meramu Musik dan Bumbu


Topic

#rekomendasirestoran

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?