Fiction
Cerpen: Bulalo Lola

15 Jun 2018


Banyak teman, kerabat jauh, bahkan orang yang baru saja kenal menyebut Nate alias Nathalie Mercado Haryanto memiliki fisik unik. Sepasang mata berbentuk sipit. Lola, neneknya dari pihak ibu adalah Tsinoy alias Chinese Pinoy, Tiongkok-Filipino.

Lantas bola matanya cokelat muda. Itu karena Eyang Putri, neneknya dari pihak ayah adalah keturunan Belanda - Solo. Rambutnya hitam tebal, mirip abang-abangnya dan ayahnya.

Cuma, kulitnya berbeda dibandingkan Jon Jon, alias Jonathan, abangnya nomor satu, maupun Anthony atau Ton Ton, abangnya kedua. Mereka berkulit kuning bersih, seperti kedua orang tua mereka. Nate berkulit serupa Lola, beliau menyebutnya mirip kuah bulalo: cokelat menuju bening alias tidak keruh.

Petang ini, Nate berkunjung ke klinik dokter gigi di bilangan Jakarta Barat. Sejak beberapa hari, rasa nyeri muncul di pipi atas kiri sehingga aktivitasnya mengunyah menjadi lambat.

Seperti diduga, Nate menjumpai pandangan ‘aneh’ dari beberapa pasien yang sudah mengantre. Mungkin dia dikira warga keturunan seperti mereka, tetapi selalu terpapar sinar matahari intensitas tinggi.
Seseorang menanyainya, “Asal kamu mana?”

Sejatinya Nate keberatan karena konteksnya pribadi. Tetapi mengingat etika, ia menjawab, “Bahay Tsinoy,” alias rumah Tiongkok-Filipino, nama sebuah museum warga keturunan di Intramuros, Manila. Terdengar beberapa gumam tanda tidak mengerti. Nate menaikkan kedua bahunya, lalu meraih majalah di ruang tunggu untuk ia baca.
 


Topic

#cerpen, #fiksifemina

 

polling
Pertimbangan Dalam Memilih Kartu Kredit

Belakangan ini bank makin kreatif dan gencar dalam meluncurkan kartu kredit. Mereka pun bersaing memberikan berbagai fasilitas untuk menggaet pengguna baru.