Fiction
Cerita Pendek: Pria Sinterklas

25 Dec 2018



Foto: SHUTTERSTOCK
 
JAM TUJUH MALAM. Aku melirik layar smartband-ku. Pohon-pohon bergerisik oleh rombongan burung yang mulai bersarang. Di sini matahari lebih lama menampakkan diri, terlalu angkuh untuk bertukar dengan malam.
 
Angin sudah berhenti bertiup sejak tadi, membuat hawa sedikit gerah. Aku membuka sweter yang melapisi tanktop-ku, menyesap kopi dingin pada gelas kertas yang sedari tadi kuabaikan.
 
Aku kembali menatap layar laptopku, membaca ulang paragraf terakhir dan mendapati namamu begitu banyak berserakan di sana.
 
Sejenak aku mengerjapkan mata dan melihat ke sekeliling. Sebuah artikel di majalah menyebutkan itulah cara untuk mengistirahatkan mata setelah dipaksa melotot menatap layar selama delapan jam kerja. Delapan jam kerja? Bahkan lebih dari itu.
 
Dulu. Sebelum aku memutuskan untuk keluar dari kantor auditor ternama yang sebenarnya hampir memberikanku posisi mentereng di usia muda.
 
Tetapi, hidup tak dapat disangka, aku bertemu denganmu setahun lalu, saat aku ditugasi kantor untuk mengambil sertifikasi profesi di sini. Sejak itu aku makin yakin akan arah hidup, yang selama ini kupikir tinggal dijalani hari ke hari.
 
Aku berharap dapat bertemu denganmu,  menunjukkan tulisanku yang hampir rampung, cerita tentangmu.
 
“Tentangku? Atau tentang Sinterklas?” katamu tertawa, sambil menunjuk kostum merah di sampingmu. Saat itu kita sedang duduk-duduk di taman ini menikmati sisa-sisa matahari yang hangat sebelum kau kembali untuk bekerja.
 
Tubuhmu yang besar menciptakan bayang-bayang yang menimpali rimbun pepohonan.
 
“Kau pasti kepanasan memakai kostum itu.” Aku meraba kain flanel yang sedikit basah karena keringatmu, tak bisa membayangkan diriku terperangkap di dalamnya dengan jenggot dan kumis palsu bertahan selama berjam-jam untuk tertawa dan tersiram lampu sorot.
 


Topic

#fiksi, #cerpen, #natal

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.