Fashion Trend
Jakarta Fashion Week 2017: LPM Alumni Tribute

28 Oct 2016


Foto: Dok. Femina Group

Lomba Perancang Mode (LPM) merupakan event tahunan pecarian bakat para desainer muda yang diselenggarakan oleh Femina Group sejak 1979. Hingga saat ini LPM telah menelurkan 200 perancang mode berbakat yang namanya telah dikenal di tanah air bahkan dunia mode internasional.

Beberapa alumni yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pencinta fashion adalah Itang Yunasz dan Musa Widyatmodjo. Dunia mode telah menjadi saksi perjalanan Itang Yunasz selama 35 tahun ini, dan selalu membuat gebrakan dalam menciptakan kreasi baru untuk busana muslim. Sama halnya dengan desainer senior, Musa Widyatmodjo, pengalaman berkarier baik di dalam dan luar negeri menjadi bukti nyata eksistensinya selama 25 tahun berkarya. Dalam Jakarta Fashion Week 2017 ini, keduanya menampilkan karyanya dalam LPM Graduates Show The Style Maker.

Dalam sequence pertama, Itang Yunasz menampilkan koleksi busana muslim yang didominasi warna hitam. Bertajuk ‘The Dark Side’, 12 koleksi busana yang dipersembahkan tampil modern dan edgy. Potongan khas busana muslim seperti kaftan dan gamis pendek masih menjadi garis utama garis rancangannya. Meskipun dalam balutan warna kelam, detail unik seperti pleats, embroidery, drapery, hingga lengan lonceng memberi infusi nafas kekinian dan tampil tidak membosankan. Itang sukses melebur unsur modern dalam busana muslim yang tertutup dan santun dalam intepretasi koleksinya yang anggun. 

Berbeda dengan sequence kedua oleh Musa Widyatmodjo yang mengusung tema “My Romance”, detail lace dan beads mutiara menyiratkan nafas romantis dan feminin. Lenggak-lenggok model yang tampak elok menggunakan gaun dengan sandal slippers yang nyaman, membuat kejutan yang tidak biasa. Sebanyak 24 koleksi busana dengan potongan gaun pendek dengan sebagian koleksi yang diwarnai oleh motif batik, dihiasi detail patch dan potongan busana dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Kesemuanya tampil mencuri perhatian dan mengundang decak kagum.
 
Bersamaan dalam kesempatan ini, JFW Fashion Entrepreneur Award mengumumkan pemenangnya yaitu brand Byo yang diprakarsai oleh Tommy Ambiyo Tedji. Kemenangan Tommy mengantarnya untuk ikut serta dalam short course fashion business di Istituto Marangoni, Milan. “Konsep brand yang baik, serta perencanaan business  plan yang matang dari Byo menjadi hal utama yang membuat kami mempercayakan kesempatan ini padanya,” ujar Ai Syarif selaku Direktur Kreatif Jakarta Fashion Week. (f)


Topic

#JFW2017

 

polling
Resolusi 2019

Prioritas yang ingin dicapai tahun iniSudah masuk tahun 2019, nih. Tentu sudah ada rencana dan resolusi yang ingin Anda capai.