Family
Tip Anti Stres Saat Mendadak Jadi Guru di Rumah

8 Apr 2020



Dok. Unsplash




Kebijakan untuk diam di rumah selama pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri, khususnya bagi orang tua yang harus menemani anaknya belajar. Banyak pertanyaan sang anak yang tak bisa dijawab, bingung dengan materi yang diberikan guru hingga tak tahu membagi waktu saat #workfromhome sambil menemani anak belajar.

Menurut
Esti Amanda Bowo, Pendiri dan Badan Pengelola Harian Sekolah Menengah Garuda Cendekia), saat berbincang dengan Femina dalam acara IG Live : Mendadak Jadi Guru, mengatakan bahwa kondisi ini memang membingungkan karena pandemi virus corona memaksa masyarakat untuk beradaptasi tanpa adanya latihan terlebih dahulu.

Menghadapi kondisi seperti ini, ketika orang tua harus jadi guru dadakan saat di rumah saja, ada tip yang bisa dilakukan agar proses belajar anak tetap berjalan lancar tanpa membuat Anda stres.


Buat Perencanaan 

Karena kita bukan guru, maka tentu kita tidak bisa berharap bisa seluwes seperti para guru dalam mengajarkan anak. Maka perlu ada perencanaan yang baik dalam mengajar anak.

“Susunlah jadwal belajar anak secara realistis. Di sekolah, guru mengajarkan satu mata pelajaran hanya 40-45 menit. Jadwal belajar jangan dibuat padat, karena tidak akan efektif,” jelas wanita yang akrab dipanggil Manda ini.

Menurutnya hal ini bisa diterapkan di rumah. Setiap satu sesi belajar, bisa diberikan waktu jeda istirahat untuk dilanjutkan kembali belajar. 


Tahu Kapan Waktu Mendampingi

Dipaparkan Manda, sebelum membantu mendampingi anak belajar di rumah, penting bagi orang tua mengatur jadwalnya sendiri terlebih dahulu. Terlebih lagi bagi mereka yang juga harus bekerja di rumah dan kerap terbagi perhatiannya dengan yang lain. 

“Kita juga harus mengatur jadwal sesuai kebutuhan anak ini. Misal anak SD kelas 1 sampai 4, kita juga harus menanamkan kemandirian dan kemampuan bahwa dia bisa mengerjakan tugas secara mandiri. Jadi kita harus tahu kapan kita harus dampingi, kapan kita bisa lepas anaknya untuk belajar mandiri,” paparnya.


Atur Emosi

Walau sulit dilakukan, namun penting bagi orang tua untuk mengatur emosinya terlebih dahulu sebelum menemani anak belajar. Sebaiknya tidak menemani anak belajar saat orang tua sedang memiliki emosi yang tinggi.

“Jika itu terjadi, anak justru akan lebih fokus pada emosinya dibandingkan apa yang diajarkan. Penting untuk meredam dulu emosinya untuk membuat proses belajar tersebut lebih efektif bagi anak,” paparnya. 

Jika saat sedang mengajar orang tua atau anak tengah memiliki emosi yang tinggi, sebaiknya hentikan sebentar proses belajar tersebut dan menunggu hingga lebih kondusif untuk diteruskan. 



(Lanjut ke halaman berikutnya)



BACA JUGA :

Pesan Kak Seto: Orang Tua Harus Kreatif untuk Bantu Anak Lewati Masa Pandemi COVID19
9 Aktivitas Keluarga yang Bikin Anak Nggak Bosan 2 Minggu di Rumah
Bicara Soal Virus Corona Pada Anak


 



Topic

#Belajar, #Corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?