
Dok.Freepik
Di rumah saja dan pembelajaran jarak jauh bisa menimbulkan kebosanan bagi anak-anak di usia aktif. Terlebih, bila kedua orangtua bekerja dan harus berhadapan dengan laptop, serta standby dengan smartphone setiap saat. Anak-anak biasanya akan berujung bermain seharian dengan gadget karena tak mendapatkan aktivitas fisik atau komunikasi yang seru dari lawan bicara.
Saat Anda senggang, coba sesekali beraktivitas dengan si kecil. Berikan dia hak bermainnya, walau tanpa perlu keluar rumah. Memasak atau baking bisa jadi opsi seru. Namun, baca dulu hal penting ini dan cek ke diri Anda sendiri: Apakah Anda lebih sering berujung marah-marah karena dapur jadi berantakan?
Jangan sampai anak menjadi kesal diajak ke dapur karena Anda memenuhinya dengan kritik.
1/ Jangan menegur keras
Anak kecil memiliki pemahaman terbatas dalam menangkap instruksi tertentu. Mudah bagi Anda, belum tentu bagi mereka. Latih cara Anda berbicara dengan sabar dan tunggu respon anak untuk mengecek pemahamannya.
Bila sesuatu dilakukannya berulang-ulang karena belum mahir, jangan dulu emosi. Ingat, Anda sedang mengajaknya bermain, bukan tengah mengejar target produksi dapur!
2/ Berantakan adalah proses
Tiba-tiba resah melihat bahan berserakan? Ini lumrah terjadi mengingat anak-anak belum seterampil Anda dalam menggerakkan tangan-tangan mungilnya. Menuang tepung bisa jadi berantakan atau menuang susu dan tercecer di meja? Ini bisa terjadi.
Sibuk seharian berberes rumah bisa membuat Anda resah saat melihat bahan yang lengket di meja hingga lantai. Sebisa mungkin, sediakan wadah yang lebih besar agar bahan bisa tertampung dalam sekali tuangan tangan anak. Atau, alasi segala mangkuk dan bahan di atas loyang datar yang besar agar ceceran bahan bisa ditampung.
3/ Pilih resep simpel
Tingkat kesulitan rendah akan membantu kalian berpusat pada serunya aktivitas, bukan hasil jadi. Pilih pula yang bahannya minimal, seperti muffin, pancake, atau salad buah. Hindari resep deep frying karena minyaknya bisa menciprat.
Hindari resep dengan segunung jenis bahan, kecuali Anda sedang mengajarkan anak beragam jenis bahan masakan. Serta, pilih yang bahannya murah supaya tidak mudah untuk menduplikasi bahan bila ada yang terjatuh atau terjadi kesalahan dalam proses pembuatannya.
4/ Selalu beri semangat!
Respon positif Anda, walau proses masak belum sempurna, akan membangun pede si kecil. Jika dia sukses melampaui suatu proses kecil, puji seakan hal itu tahap yang sulit. Dia akan merasa dihargai dan mampu mengemban tanggung jawab. Sebaliknya, jika sibuk komplen, anak akan merasa malas karena tak diberi kesempatan belajar dan diberi kepercayaan.
5/ Beri reward kecil
Foto hasil jadi makanan si kecil, atau berikan hasilnya ke tetangga atau sepupunya. Si kecil akan merasa dirinya punya kemampuan berbagi.
Atau, tempelkan stiker penghargaan pada wadah makanan jadi. Bahkan, sesimpel pujian dan kecupan dari yang terdekat akan membuatnya senang! (f)
Baca juga:
Cara Membuat Karamel Anti Gosong!
Resep Pisang Goreng Madu
#FridayShopping: Loyang Kue Cantik
Trifitria Nuragustina


