Family
6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengajak Anak ke Tempat Wisata

6 Sep 2016


Foto: Fotosearch

Anda tentu masih ingat dengan berita mengenaskan mengenai acara liburan keluarga di Amerika Serikat (AS) yang berakhir menyedihkan. Pertama, insiden terjatuhnya seorang balita di kandang gorila, menyebabkan si gorila harus ditembak mati. Lebih tragis lagi, seorang bocah berusia dua tahun tewas diseret seekor buaya saat sedang bermain di pinggir danau buatan, di sebuah theme park. Liburan, yang seharusnya jadi acara senang-senang, justru berakhir duka.

Peristiwa tersebut seakan membuka mata kita, kecelakaan bisa terjadi di mana pun dan kapan pun, termasuk saat berlibur. Karena itulah, penting bagi orang tua untuk selalu waspada saat bersama anak-anak di mana pun berada, sekaligus memiliki kemampuan untuk menangani situasi darurat. Menurut M. Insan Nurrohman, Executive Director Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), saat mengunjungi lokasi wisata mana pun, orang tua hendaknya menyadari akan adanya ancaman bahaya bagi dirinya maupun anak-anaknya. Oleh sebab itu, pengawasan total orang tua kepada anak-anaknya penting dilakukan sepanjang waktu.

“Apalagi untuk anak-anak di bawah usia tiga tahun, yang mayoritas belum bisa membedakan antara aman dan berbahaya. Potensi mereka berada dalam bahaya sangat tinggi,” ungkap Insan, yang juga menjabat sebagai Board of Director Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Insan melanjutkan, bahaya di tempat wisata bisa berbagai macam bentuknya. Mulai dari tersesat, hilang, diculik, terperosok, terbentur, digigit serangga, terkena duri, tenggelam, diterkam hewan, keracunan, terinfeksi kuman, dan lain sebagainya. Untuk itu, orang tua harus memiliki safety procedures saat berada di lokasi wisata. Orang tua juga perlu memiliki rencana tindakan. “Misalnya, dengan membawa P3K, mencari tahu lokasi perawatan terdekat, hingga menyimpan nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi,” jelas Insan. 
           
Untuk meminimalkan risiko terjadinya insiden yang dapat mengancam nyawa, orang tua hendaknya mengetahui prosedur keselamatan saat mengajak anak mengunjungi tempat wisata. Insan membagikan langkah-langkah keselamatan yang penting Anda ketahui: sebelum kunjungan, saat kunjungan, dan setelah kunjungan. Berikut beberapa di antaranya:
 
- Cari informasi sebanyak-banyaknya lewat website atau brosur tentang lokasi yang akan dikunjungi. Saat akan mengunjungi kebun binatang, pelajari jenis-jenis hewannya, luas atau tidak lokasinya. Kenali pula faktor bahaya dan potensi risikonya. Sebagai persiapan, miliki kotak P3K, ketahui lokasi emergency terdekat, nomor darurat yang bisa dihubungi, dan nomor keamanan setempat. 

- Persiapkan anak sebaik mungkin dengan memberikan informasi tentang lokasi wisata yang akan dikunjungi. Jika ke kebun binatang misalnya, Anda bisa menceritakan tentang binatang  yang ada di situ, karakter binatang tersebut, apakah jinak atau buas. Ajarkan pula apa saja yang boleh dilakukan dan yang dilarang. Tegaskan juga pada anak tentang komitmen bersikap tertib dan mematuhi orang tua.

- Bersikaplah aktif melihat lingkungan sekitar dan perhatikan kondisi yang membahayakan Anda dan keluarga saat berkunjung. Yang wajib Anda lakukan: patuhi semua tanda larangan yang ada, perhatikan pagar pembatas, tanda pengaman, dan hindari melewati daerah-daerah yang berbahaya. Bawa selalu peta lokasi sehingga Anda bisa mengetahui sekaligus mengantisipasi daerah-daerah yang rawan.

- Awasi terus anak Anda. Jangan biarkan ia lepas dari pengawasan. Jaga selalu kesadaran Anda, bahwa Anda membawa anak kecil  yang rentan terhadap bahaya.

- Beri tahukan kepada anak lokasi  yang menjadi tempat bertemu, jika terpisah dari orang tua.

- Biasakan melakukan evaluasi dengan anak mengenai kejadian yang dilihat selama kunjungan, baik yang kita alami mapun kejadian yang menimpa orang lain. Langkah ini penting agar anak belajar mengambil hikmah dari tiap kejadian. (f)
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#tempatwisata

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?