e-Book
Free Download: Untuk Para Pebisnis Kuliner, E-Book Food Safety, Memastikan Makanan Aman Dikonsumsi

27 Dec 2017


Foto: 123RF

Konsumen kian cerdas. Mereka tentu akan memilih produk-produk yang memberi manfaat lebih bagi mereka dan aman. Pencantuman label menjadi salah satu ‘daya pikat’ yang memiliki nilai jual terhadap produk karena memaparkan secara spesifik informasi mengenai produk termasuk keunggulannya.

E-booklet yang bekerja sama dengan Nestlé ini berisi panduan baik bagi konsumen maupun pelaku usaha terkait keamanan
makanan, termasuk label makanan.

Intip isinya:
- Pengantar
- Mengenal Food Safety!
- Awas, Keracunan Makanan!
- Penanganan Keracunan Makanan
- Kunci Untuk Memastikan Keamanan Makanan
- Pentingnya Mengecek Label Makanan
- Cara Membaca Label Makanan
- Kuis: Sejauh Mana Pengetahuan Anda
- Tentang Food Safety?
- Jawaban Kuis
- Jika Anda Produsen Makanan
- Fun Facts Food Safety

Unduh gratis di sini.

Berikut cuplikan isinya:

Mengenal Food Safety
Makanan adalah bahan bakar bagi tubuh. Apa yang kita konsumsi akan memengaruhi kondisi tubuh kita. Makanan harus mengandung sejumlah vitamin dan gizi yang dibutuhkan tubuh sehingga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan menunjang perkembangan.

Lebih dari itu, makanan yang kita konsumsi juga harus aman. Keamanan makanan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah makanan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Sementara Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan 'makanan yang aman' adalah makanan yang melewati proses persiapan dan penyimpanan yang tepat untuk meminimalisir risiko terjangkitnya penyakit infeksi (seperti diare, meningitis, dan sebagainya).

Sedangkan makanan/minuman yang tidak aman berarti makanan/minuman tersebut telah terkontaminasi sejumlah bakteri, kotor, dan bisa juga telah menjadi basi atau busuk. Tubuh yang menerima asupan makanan yang tidak aman (telah terkontaminasi) akan mengalami foodborne disease atau keracunan makanan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, setidaknya ada 250 penyebab foodborne disease. Penyebab yang paling umum adalah bakteri, virus, parasit (jamur atau kapang), dan racun.

Untuk melindungi konsumen dari foodborne disease ini, maka dibuatlah standar keamanan makanan (food safety standard) yang dikeluarkan oleh tiap-tiap negara. Standar ini bertujuan untuk menurunkan angka foodborne disease dengan cara memperkuat aturan food safety bagi pelaku usaha. Di Indonesia, standar keamanan makanan diatur oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Penerapan standar juga menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing dalam
menjamin mutu dan keamanan produk. (f)



Topic

#ebook